BAWEAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar Al-Maghfurlah KH. Bajuri Yusuf, KH. Yusuf Zuhri, dan KH. Hasan Jufri berlangsung khidmat di halaman Pondok Pesantren Hasan Jufri, Dusun Kebunagung, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Sabtu malam (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, para kiai, tokoh masyarakat, jamaah, serta santri Pondok Pesantren Hasan Jufri. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan nuansa keagamaan.
Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW dan mengenang jasa para ulama, rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan peresmian Gedung Alumni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Amirussholihen, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi yang disampaikan oleh Ustaz Al Hafis.

Memasuki rangkaian tahlil, jamaah mengikuti tawasshul yang dipimpin Kiai Muhammad Najahul Umam. Pembacaan tahlil kemudian dipimpin Ustaz Husnan dari Pekalongan dan ditutup dengan doa oleh KH. Buang dari Kepuh Legundi.
Selanjutnya, Kiai Muhammad Najahul Umam menyampaikan sambutan. Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian Gedung Alumni yang dilakukan oleh Gus Zah Faid.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib oleh KH. Lukman dari Tanjungori dan R. H. Abdul Aziz dari Sangkapura. Pembacaan manaqib menjadi momentum untuk mengenang perjuangan, keteladanan, serta jasa para ulama yang telah mendahului.

Puncak kegiatan diisi dengan mauidzul hasanah yang disampaikan K. Hunnaini Ghozali dari Surabaya. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Ia mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang diperdebatkan, tetapi menjadi momentum untuk mengekspresikan kebahagiaan umat atas kelahiran Rasulullah SAW.
“Maulid itu tidak butuh dalil, karena bahagia atas kelahiran Nabi,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, K. Hunnaini Ghozali juga menyampaikan pesan khusus kepada para alumni agar senantiasa menjaga hubungan dengan guru. Menurutnya, terdapat tiga macam alumni jika dilihat dari hubungan mereka dengan gurunya.
Pertama, santri yang sambung lahir dan batin kepada gurunya. Hubungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kedekatan secara fisik, tetapi juga melalui ikatan hati serta komitmen untuk menjaga dan meneruskan ajaran guru.
Kedua, santri yang hatinya sambung kepada guru. Meski tidak selalu dapat bertemu atau berdekatan secara fisik, kecintaan dan hubungan batin dengan guru tetap terjaga.
Ketiga, santri yang tidak sambung kepada gurunya. Hal tersebut menjadi pengingat bagi para alumni agar tidak melupakan jasa guru yang telah memberikan ilmu dan membimbing perjalanan mereka.
Selain membahas hubungan santri dengan guru, K. Hunnaini Ghozali juga mengingatkan jamaah mengenai hakikat kepemilikan harta.
Menurutnya, harta yang sesungguhnya bukan sekadar harta yang berhasil dikumpulkan atau disimpan, melainkan harta yang dimanfaatkan untuk kepentingan di jalan Allah.
“Harta kita yang sesungguhnya adalah harta yang digunakan di jalan Allah,” ungkapnya.
Pesan tersebut mengajak jamaah untuk memanfaatkan rezeki yang dimiliki dalam berbagai bentuk kebaikan dan amal. Dengan demikian, harta tidak hanya menjadi kepemilikan duniawi, tetapi juga dapat menjadi bekal amal yang bernilai di hadapan Allah SWT.
Menutup mauidzul hasanah, K. Hunnaini Ghozali berpesan agar jamaah senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia dan mudah memberikan maaf. Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan yang penuh keberkahan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Mufid Hilmi.
Peringatan Maulid Nabi dan Haul Akbar di Pondok Pesantren Hasan Jufri tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengenang jasa para ulama, menjaga hubungan antara santri dan guru, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan kesadaran untuk menggunakan harta di jalan kebaikan.
Penulis : Abd Hamid







