PROBOLINGGO – Langkah baru dimulai di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan. Sumiyati, seorang tenaga kesehatan (nakes) berprestasi dari Puskesmas Pajarakan, kini resmi memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukokerto usai dilantik pada Jumat (21/8/2026).
Tidak ingin membuang waktu, srikandi penuh inovasi ini langsung tancap gas menyiapkan reformasi birokrasi di internal pemerintah desa.Sumiyati dipercaya mengomandani masa transisi pemerintahan Sukokerto hingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) mendatang. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran Forkopimka Pajarakan, Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin, BPD, perangkat desa, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat.
Camat Pajarakan, Sudarmono, menegaskan bahwa penunjukan Sumiyati bukan tanpa alasan. Langkah ini merupakan respons konkret dalam mengawal aspirasi warga yang membutuhkan figur pemimpin responsif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ibu Sumiyati merupakan salah satu aparatur terbaik yang telah mengharumkan nama Puskesmas Pajarakan melalui berbagai inovasinya. Penetapan ini adalah momentum yang tepat di saat Desa Sukokerto membutuhkan sosok pemimpin yang responsif,” ujar Sudarmono, yang juga meminta sang Pj Kades segera melakukan konsolidasi total agar pelayanan publik berjalan optimal.
Menjawab tantangan tersebut, Sumiyati langsung menunjukkan karakternya sebagai pemimpin yang visioner. Langkah pertama yang ia canangkan adalah merapatkan barisan internal dan menginisiasi pembentukan Tim HEBAT (Harmonis, Efektif efisien, Bersih, Berintegritas, Akuntabel, dan Transparan terinovasi).
Tim ini akan menjadi motor penggerak untuk mengejar ketertinggalan kinerja desa dan menyelaraskan gerak dengan visi besar Kabupaten Probolinggo SAE.“Harapan kami, Desa Sukokerto dapat berkembang menjadi wilayah bebas korupsi serta mampu memberikan pelayanan publik secara prima,” tegas Sumiyati penuh optimisme.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi cepat dengan seluruh perangkat desa menjadi kunci utama. Baginya, transparansi dan kecepatan pelayanan adalah hak masyarakat yang tidak bisa ditunda.“Capaian kinerja yang sempat tertinggal akan kami tindaklanjuti segera bersama Tim HEBAT. Langkah awal kami segera rapatkan barisan.
Pemerintahan desa harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Lewat nakhoda baru yang sarat inovasi ini, masyarakat Sukokerto kini menaruh harapan besar pada terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan sepenuhnya berorientasi pada pelayanan rakyat.
Penulis : Moch Solihin







