PROBOLINGGO — Upaya memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Probolinggo terus digenjot secara agresif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggandeng UPT Puskesmas Bantaran dan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk menggelar aksi Active Case Finding (ACF) menggunakan layanan Mobile X-Ray, Kamis (20/8/2026).
Langkah taktis ini menyasar 200 warga di wilayah kerja UPT Puskesmas Bantaran yang dinilai memiliki faktor risiko tinggi. Alih-alih menunggu pasien datang dalam kondisi parah, petugas memilih strategi “jemput bola” guna mendeteksi kondisi paru-paru masyarakat sejak dini.”ACF ini adalah cara kami bergerak aktif. Kehadiran Mobile X-Ray memotong jalur birokrasi pemeriksaan, membuat warga lebih mudah memeriksakan diri. Jika ada indikasi TBC, penanganan bisa langsung kami eksekusi,” ujar Kepala Puskesmas Bantaran, Radityo Utomo.
Radityo menjelaskan bahwa rontgen keliling ini bertindak sebagai benteng skrining awal. Warga yang hasil rontgennya menunjukkan indikasi klinis tidak akan dilepas begitu saja, melainkan langsung dirujuk ke jejaring pelayanan TBC di fasilitas kesehatan terdekat untuk diagnosis definitif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemeriksaan tidak boleh mandek di tenda skrining. Semua yang bergejala akan kami kawal hingga mendapat prosedur penanganan yang tepat,” tegasnya.
Urgensi deteksi aktif ini bukan tanpa alasan. Satu kasus TBC yang tidak terdeteksi berpotensi menjadi sumber penularan masif di lingkungan keluarga dan tetangga. Oleh karena itu, selain pemeriksaan fisik, posko kesehatan keliling ini juga difungsikan sebagai ruang edukasi interaktif. Petugas secara intensif membagikan informasi mengenai gejala, cara penularan, hingga pentingnya kepatuhan minum obat.
“Masyarakat harus paham bahwa TBC bukan kutukan; penyakit ini bisa dicegah dan disembuhkan total. Kuncinya hanya dua: temukan lebih awal, lalu obati sampai tuntas sesuai petunjuk medis,” tambah Radityo.
Keberhasilan eliminasi TBC di Bantaran, menurut Radityo, sepenuhnya berada di tangan kepedulian warga sendiri.
Ia meminta masyarakat membuang jauh-jauh rasa takut atau stigma negatif terhadap pemeriksaan TBC. Bersama dukungan penuh Dinkes Probolinggo dan STPI, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan wilayah bebas TBC.”Harapan besar kami adalah memutus rantai penularan ini dari hulu. Ayo cek TBC. Deteksi dini, obati sampai sembuh!” pungkasnya optimistis.
Penulis : Moch Solihin







