PROBOLINGGO – Pengadaan belanja air minum di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo kini tengah menjadi sorotan hangat. Pasalnya, dalam setahun anggaran untuk pembelian air minum isi ulang atau galon di instansi pelayanan publik ini mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan data realisasi belanja, awalnya publik mengendus adanya 6 paket pengadaan belanja air minum dengan total anggaran lebih dari Rp 15 juta. Namun, isu ini kian menggelinding setelah muncul angka realisasi yang menyentuh puluhan juta rupiah. Publik pun heran dan mempertanyakan pola konsumsi air di kantor tersebut hingga menghabiskan dana yang dinilai fantastis untuk ukuran air minum kantor.Bukan hanya soal nilai anggarannya, sumber informasi di lapangan juga menyebutkan bahwa distribusi air galon di kantor tersebut kerap terlambat.
Menanggapi riuh dan sorotan tersebut, Kasubag Umum Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Ida Nurhayati, langsung memberikan klarifikasi. Ia membeberkan total anggaran riil dan peruntukan dari fasilitas air minum tersebut.”Total anggaran kita Rp 23.283.000. Pembelian ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Ida saat dikonfirmasi,kamis (20/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ida merinci bahwa fasilitas air minum ini tidak hanya dinikmati oleh internal pegawai dinas. Air galon tersebut dialokasikan untuk air minum pegawai sehari-hari, jamuan untuk tamu yang datang, serta pengisian galon khusus untuk anggota Satpol PP yang berjaga di area kantor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan hitungan teknis logistik di instansinya. Kuota anggaran dirancang untuk memenuhi kebutuhan 510 galon dalam setahun. Secara hitungan kasar, kebutuhan normal mencapai 12 galon per minggu.Namun, dalam realisasi Surat Pertanggungjawaban (SPj), dinas hanya memesan 10 galon per minggu, dan angka itu belum termasuk jatah Satpol PP. Mengenai keluhan keterlambatan kiriman air yang sempat mencuat, Ida menegaskan bahwa kendala tersebut murni berasal dari pihak penyedia (vendor), bukan karena kelalaian internal dinas.
Penulis : Moch Solihin







