SUMENEP, Detikzone.id — Inilah tim-tim terbaik yang berhasil menorehkan hasil dalam kompetisi East Java E-Sport 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di Tribun Stadion A. Yani Sumenep.
Digelar selama dua hari, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026), kompetisi tersebut mempertandingkan dua gim populer, yakni Free Fire (FF) dan Mobile Legends (ML).
Sebanyak 48 tim ambil bagian dalam pagelaran yang berskala se-Jawa Timur tersebut. Sebanyak 24 tim bertanding pada cabang Free Fire di hari pertama, kemudian 24 tim lainnya bersaing dalam Mobile Legends pada hari kedua hingga Minggu sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persaingan berlangsung sengit. Para pemain dituntut mengandalkan strategi, komunikasi, kekompakan serta ketenangan untuk melewati setiap pertandingan.
Meski dibuka untuk peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, mayoritas pemain yang ambil bagian merupakan orang Sumenep. Hal tersebut membuat East Java E-Sport 2026 sekaligus menjadi panggung bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan di hadapan peserta dari luar daerah.
Pada cabang Free Fire, tiga tim terbaik yang berhasil menempati posisi teratas yakni:
1. FFID RYGER
2. K MBAPPE
3. TS JUNSAXX
Khusus juara pertama Free Fire, FFID RYGER, merupakan tim dengan komposisi pemain campuran dari Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.
Sementara pada cabang Mobile Legends, empat tim yang berhasil masuk jajaran terbaik yakni:
1. KACAW
2. KOPI MANTAP
3. MADUGIS
4. SORA
Untuk juara pertama Mobile Legends, KACAW, merupakan tim dengan komposisi pemain campuran Surabaya dan Sumenep.
Ketua Panitia East Java E-Sport, Yusuf, mengatakan kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi para pencinta gim, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet esports di bawah naungan Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, ajang berskala Jawa Timur ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding menghadapi tim dari berbagai daerah.
“Melalui ajang ini, kami ingin mempertahankan dan meningkatkan kualitas atlet esports Sumenep,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, Sumenep sebelumnya telah meraih medali perunggu pada 2023. Karena itu, pembinaan dan kompetisi seperti ini diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi esports Sumenep di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penyelenggaraan kompetisi esports sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kemampuan dan prestasi.
Menurut Faruq, kehadiran kompetisi se-Jawa Timur di Sumenep menjadi momentum positif bagi pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan ketika berhadapan dengan atlet dari luar daerah.
Ia berharap East Java E-Sport dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda yang mampu melahirkan semakin banyak talenta esports dari Sumenep yang siap bersaing di tingkat Jawa Timur hingga nasional.
East Java E-Sport 2026 pun menambah warna dalam kemeriahan MCF #4. Jika panggung utama festival menghadirkan seni dan budaya, arena esports menghadirkan pertarungan strategi dan mental para generasi muda.
Dua hari kompetisi akhirnya ditutup pada Minggu sore. Dari 48 tim yang bertanding, nama-nama terbaik pun berhasil keluar sebagai tim dengan capaian tertinggi pada masing-masing kategori.







