PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus bergerak aktif mencetak generasi muda yang prima. Kali ini, giliran puluhan remaja di MTs Zainul Irsyad Jorongan, Kecamatan Leces, yang ditantang untuk menguji ketahanan fisik mereka lewat kegiatan pengukuran kebugaran jasmani pada Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 53 peserta didik berkumpul dengan antusias. Dari jumlah tersebut, 50 siswa sukses menaklukkan lintasan tes lari untuk mengukur sejauh mana stamina dan kondisi fisik mereka. Sementara itu, tiga siswa terpaksa absen dari tes lari karena kondisi tubuh yang kurang fit dan harus beristirahat.Agenda ini bukan sekadar rutinitas di atas kertas. Hasil dari pengukuran ini akan menjadi cermin sekaligus bahan edukasi nyata bagi para siswa agar lebih peduli terhadap kesehatan dan pentingnya bergerak aktif di tengah gempuran tren malas bergerak (mager).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa investasi kesehatan terbaik harus dimulai sejak bangku sekolah melalui langkah promotif dan preventif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengukuran kebugaran jasmani ini penting untuk mengetahui kondisi riil fisik peserta didik. Kami ingin anak-anak sadar dan paham bahwa menjaga kesehatan lewat aktivitas fisik rutin itu kebutuhan, bukan kewajiban sesaat,” ujar Sri Wahyu penuh semangat.
Ia menambahkan, tubuh yang bugar adalah modal utama bagi seorang pelajar. Remaja yang aktif bergerak terbukti memiliki fokus dan ketahanan yang lebih baik dalam menyerap materi pelajaran di kelas.Namun, bugar saja tidak cukup. Sri Wahyu mengingatkan para siswa untuk mengombinasikan aktivitas fisik dengan pola makan seimbang, istirahat yang cukup, serta konsistensi dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).“Harapan besar kami, setelah kegiatan ini selesai, kebiasaan berolahraga dan hidup sehat ini terus melekat dan menjadi gaya hidup sehari-hari mereka di rumah,” imbuhnya.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pihak MTs Zainul Irsyad Jorongan yang mendukung penuh jalannya acara hingga berlangsung tertib. Keputusan pihak sekolah dan tim medis untuk mengistirahatkan tiga siswa yang sakit dinilai sebagai langkah bijak demi keselamatan.
Di akhir penjelasannya, Sri Wahyu optimistis bahwa kesadaran yang dibangun sejak dini akan melahirkan generasi muda Probolinggo yang berkualitas dan kompetitif.
“Generasi muda yang sehat dan aktif adalah aset masa depan kita semua. Kebugaran jasmani yang baik pasti akan mendongkrak prestasi belajar dan meningkatkan kualitas hidup remaja secara berkelanjutan,” pungkasnya.







