SUMENEP, Kamis, 3/8/2026 — Program Sedekah Tanpa Putus yang digagas Detikzone.id kembali menyasar masyarakat yang sehari-hari bekerja dan mencari nafkah di jalanan Kabupaten Sumenep, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial Detikzone.id untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Memasuki hari ke-94, program ini terus dijalankan secara konsisten dengan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki.
Sebelumnya, bantuan dalam program tersebut telah disalurkan kepada masyarakat dengan berbagai kondisi sosial, di antaranya anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, serta masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari ke-94, sasaran bantuan diarahkan kepada para pencari nafkah di jalanan. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program Sedekah Tanpa Putus akan terus dilaksanakan selama masih memiliki kemampuan untuk berbagi.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak berorientasi pada besarnya bantuan yang diberikan, tetapi pada konsistensi dalam membangun kepedulian sosial.
“Bagi kami, berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak. Apa yang kita miliki, jika dibagikan dengan ikhlas dan dilakukan secara konsisten, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat,” katanya.
Ia mengatakan, sebagai perusahaan media, Detikzone.id tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Jurnalisme kebaikan bagi kami bukan sekadar memberitakan kebaikan orang lain, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sesuai kemampuan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari semangat jurnalisme empati yang dikembangkan Detikzone.id.
Namun, ia menegaskan bahwa kepedulian sosial tetap harus berjalan seiring dengan prinsip jurnalistik, yakni menyampaikan informasi secara faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Selama program berlangsung, Detikzone.id berupaya menemui masyarakat dari berbagai latar belakang. Setiap penerima memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga penyaluran dilakukan berdasarkan situasi yang ditemui di lapangan.
Selain Sedekah Tanpa Putus, Detikzone.id juga tengah mempersiapkan sejumlah kegiatan sosial lainnya, antara lain santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga mempersiapkan layanan ambulans gratis yang direncanakan segera diluncurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan gerakan sosial tersebut.
Jurnalis yang selalu berpenampilan ala santri ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga yang selama ini memberikan dukungan terhadap langkah sosial yang dilakukan Detikzone.id.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besarnya danHamba Allah yang turut membersamai perjalanan program tersebut.
“Terima kasih kepada keluarga dan Hamba Allah yang selama ini ikut membersamai langkah Detikzone.id. Dukungan dan kepercayaan yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbagi,” tuturnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” katanya.
Memasuki hari ke-94, Sedekah Tanpa Putus bukan sekadar mencatat perjalanan sebuah program sosial. Bagi Detikzone.id, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana dan dilakukan secara konsisten.
Ke depan, Detikzone.id berkomitmen melanjutkan program tersebut sekaligus mengembangkan berbagai kegiatan sosial lainnya agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Detikzone.id, jurnalisme empati tidak hanya tentang melihat dan memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga berupaya hadir dan mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat.







