SUMENEP, Detikzone.id — Kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Madura terus ditunjukkan DRT Teh Big Family Sumenep. Tak hanya memberikan dukungan kepada grup musik tong-tong asal Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, DRT Sumenep juga turut mensponsori Lanceng Keramat asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, yang akan ambil bagian dalam Festival Musik Tong-Tong Semadura.
Festival Musik Tong-Tong Semadura dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, sebagai bagian dari Road to Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Kegiatan tersebut mengambil rute mulai dari depan RRI Sumenep atau Stadion A. Yani hingga depan Rumah Dinas Bupati Sumenep.
Festival ini menjadi salah satu wadah bagi kelompok musik tong-tong untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Madura kepada masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak sekadar pertunjukan, festival tersebut juga menyediakan total hadiah mencapai Rp80 juta. Sejumlah kategori penghargaan diperebutkan, di antaranya Juara Umum, 10 Penyaji Terbaik, 10 Dekorasi Terbaik, 5 Aransemen Musik Terbaik, dan 5 Penyaji Tari Terbaik.

Dalam ajang tersebut, panitia menetapkan “Guwa Pajuddan” sebagai lagu wajib. Sementara lagu pilihan meliputi “Gelleng Soko”, “Potre Madhura”, dan “Pornama Eppengir Sering”.
Dukungan DRT Sumenep terhadap grup musik tong-tong asal Lenteng dan Lanceng Keramat Pasean menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kesenian tradisional Madura.
Ketua Pelaksana Lanceng Keramat, Afif, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan DRT Sumenep. Menurutnya, perhatian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kesenian tradisional Madura tetap berkembang dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DRT Sumenep yang telah memberikan dukungan kepada Lanceng Keramat. Bagi kami, dukungan ini bukan hanya soal sponsorship, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap seni dan budaya Madura,” ujar Afif.
Ia berharap dukungan terhadap kelompok seni tradisional seperti Lanceng Keramat dapat terus berlanjut dan diikuti oleh pihak lainnya.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap seni dan budaya Madura. Dengan dukungan bersama, para pelaku seni akan semakin bersemangat untuk berkarya dan melestarikan budaya yang menjadi identitas masyarakat Madura,” harapnya.
Afif menilai musik tong-tong memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain menjadi hiburan masyarakat, kesenian tersebut juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, keterlibatan kelompok-kelompok musik tong-tong dari berbagai daerah di Madura dalam satu festival juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat bersama dalam menjaga seni tradisional.
Dukungan DRT Sumenep terhadap grup musik tong-tong asal Lenteng dan Lanceng Keramat Pasean pun diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mempertahankan eksistensi musik tong-tong sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui sektor seni dan budaya.







