SUMENEP, Detikzone.id – Semangat berbagi terus dijaga Detikzone.id melalui program Sedekah Tanpa Putus. Memasuki hari ke-95, Jumat (4/9/2026), program sosial tersebut kembali hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah dengan menyasar para pencari nafkah di jalanan.
Bagi Detikzone.id, perjalanan 95 hari bukan sekadar hitungan waktu. Setiap hari menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga kepedulian dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sumenep.
Berbagai lapisan masyarakat telah menjadi penerima manfaat program tersebut. Mulai dari anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia, penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, hingga para pencari nafkah yang ditemui di jalanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, Sedekah Tanpa Putus tinggal beberapa langkah menuju target awal 101 hari berbagi tanpa jeda.
Namun, bagi Detikzone.id, 101 hari bukanlah garis akhir. Target tersebut menjadi tahap awal untuk melanjutkan gerakan berbagi secara lebih panjang, dengan harapan dapat terus berkembang hingga 1.001 hari berbagi tanpa jeda.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program tersebut dibangun dari semangat sederhana, yakni berbagi sesuai kemampuan dan dilakukan secara konsisten.
“Program ini kami jalankan setiap hari. Kami berusaha menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, target 101 hari menjadi pijakan awal untuk membangun konsistensi yang lebih panjang.
“Insyaallah kita menuju 101 hari terlebih dahulu. Setelah itu, semoga bisa terus dilanjutkan hingga 1.001 hari. Ini tentu bukan pekerjaan yang ringan, tetapi dengan dukungan dan kebersamaan, kami berharap bisa terus berjalan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Detikzone.id dan para Hamba Allah yang selama ini terus membersamai program Sedekah Tanpa Putus.
Menurutnya, keberlangsungan program tersebut tidak terlepas dari dukungan orang-orang yang dengan ikhlas ikut menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Detikzone.id dan Hamba Allah yang selama ini membersamai. Semua dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan program ini,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh kebaikan yang dititipkan melalui Sedekah Tanpa Putus mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
“Semoga setiap rezeki yang disisihkan dan setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tuturnya.
Menurut dia, Sedekah Tanpa Putus bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga membangun kebiasaan untuk peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitar.
Karena itu, sasaran program terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pada Jumat Berkah hari ke-95, perhatian diberikan kepada para pencari nafkah di jalanan yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Mereka mungkin tidak selalu menjadi perhatian utama, tetapi dari pekerjaan sederhana di jalanan itulah kebutuhan keluarga berusaha dipenuhi.
Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit kebahagiaan sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan mereka.
Bagi Detikzone.id, membantu tidak harus menunggu memiliki kemampuan besar.
“Kalau kita menunggu kaya untuk berbagi, mungkin kita akan selalu merasa belum cukup. Karena itu, kami memilih berbagi dari apa yang kami punya dan sesuai kemampuan,” kata Igusty.
Ia menambahkan, semangat tersebut juga menjadi bagian dari konsep jurnalisme empati yang dikembangkan Detikzone.id.
Sebagai media, Detikzone.id tidak hanya menjalankan fungsi mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga berupaya melihat persoalan sosial secara lebih dekat.
“Jurnalisme kebaikan bagi kami bukan hanya memberitakan kebaikan orang lain, tetapi juga berusaha menghadirkan manfaat sesuai kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.
Meski demikian, kegiatan sosial tersebut tetap berjalan berdampingan dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Pemberitaan tetap harus berdasarkan fakta, berimbang dan bertanggung jawab.
Selain Sedekah Tanpa Putus, Detikzone.id juga tengah mempersiapkan sejumlah kegiatan sosial lainnya, di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Layanan ambulans gratis juga tengah dipersiapkan dan direncanakan segera diluncurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya itu, program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan gerakan sosial Detikzone.id.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat dan membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat serta para pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Memasuki hari ke-95, perjalanan menuju 101 hari semakin dekat. Lima hari lagi, Sedekah Tanpa Putus akan mencapai hari ke-100 dan kemudian memasuki hari ke-101.
Setelah target awal tersebut tercapai, Detikzone.id berharap gerakan berbagi dapat terus dilanjutkan menuju target yang lebih panjang, yakni 1.001 hari berbagi tanpa jeda.
Bagi Detikzone.id, angka tersebut bukan sekadar target. Ada harapan agar semangat berbagi dapat menjadi kebiasaan yang terus hidup dan memberikan manfaat bagi semakin banyak masyarakat.
Perjalanan itu tentu tidak dapat dilakukan sendirian.
Dukungan keluarga besar Detikzone.id, para Hamba Allah, serta masyarakat yang memiliki kepedulian menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan tersebut.
Dari 101 hari menuju 1.001 hari, Sedekah Tanpa Putus diharapkan terus menjadi perjalanan panjang untuk merawat kepedulian, berbagi dari apa yang dimiliki, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Sumenep.







