Kadisbudporapar Sumenep: Festival KEN Datangkan Efek Domino bagi Budaya dan Ekonomi Masyarakat

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi menyampaikan bahwa Festival Musik Tong-Tong dalam rangkaian KEN 2026 memberikan efek domino terhadap pelestarian budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ket Foto: Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi menyampaikan bahwa Festival Musik Tong-Tong dalam rangkaian KEN 2026 memberikan efek domino terhadap pelestarian budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

SUMENEP, Detikzone.id — Masuknya Festival Musik Tong-Tong Sumenep dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dinilai memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah. Selain menjadi ruang pelestarian budaya Madura, event tersebut juga dinilai mampu menghadirkan efek domino terhadap pariwisata, ekonomi kreatif, hingga aktivitas pelaku UMKM.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan penyelenggaraan event budaya berskala besar memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh para seniman.

Menurutnya, ketika sebuah event mampu menarik masyarakat dari berbagai daerah, maka pergerakan ekonomi di sekitar lokasi kegiatan juga ikut tumbuh. Mulai dari UMKM, kuliner, jasa transportasi, penginapan, hingga berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Event seperti ini tentu memberikan efek domino. Bukan hanya untuk budaya, tetapi juga pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujar Faruk Hanafi.

Ia menjelaskan, Festival Musik Tong-Tong Sumenep memiliki kekuatan tersendiri karena mengangkat kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura. Kehadiran ribuan penonton sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat apabila dikemas secara kreatif.

Faruk menilai, masuknya festival tersebut dalam KEN 2026 juga menjadi peluang untuk memperluas promosi Sumenep. Masyarakat yang datang untuk menyaksikan festival dapat mengenal lebih jauh potensi wisata, kuliner, produk UMKM, serta kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Sumenep.

“Ketika orang datang karena event, mereka tidak hanya melihat pertunjukannya. Mereka juga bisa menikmati kuliner, membeli produk UMKM, mengunjungi destinasi wisata dan mengenal budaya Sumenep,” katanya.

Menurut Faruk, kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata. Event budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah secara lebih luas.

Di sisi lain, ia berharap para pelaku seni terus meningkatkan kualitas pertunjukan musik tong-tong, baik dari sisi aransemen, penyajian maupun kreativitas. Inovasi diperlukan agar kesenian tersebut semakin menarik bagi masyarakat dan generasi muda.

Namun, inovasi tersebut tetap harus berjalan dengan menjaga karakter musik tong-tong sebagai bagian dari budaya Madura.

“Yang terpenting adalah bagaimana musik tong-tong terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Madura,” tegasnya.

Faruk juga menilai keberhasilan sebuah event tidak semata-mata diukur dari meriahnya pelaksanaan atau siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, event harus mampu memberikan ruang bagi seniman untuk berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, keberadaan Festival Musik Tong-Tong dalam kalender KEN 2026 diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi Sumenep, baik dalam penguatan budaya, promosi pariwisata maupun pertumbuhan ekonomi kreatif.

Ia pun mendorong agar sinergi antara pemerintah, seniman, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat terus diperkuat sehingga setiap event yang digelar di Sumenep mampu memberikan dampak yang semakin luas.

“Harapannya, event budaya tidak berhenti pada pertunjukan. Ada budaya yang semakin dikenal, pariwisata yang bergerak dan ekonomi masyarakat yang ikut tumbuh,” pungkas Faruk.

 

Berita Terkait

Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Kursi NasDem Banyak Kosong, 20 Anggota DPRD Sampang Tak Hadir Saat Bahas APBD
Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah, Serapan Tenaga Kerja Job Fair Probolinggo Masih “Gelap”
Kadisbudporapar Sumenep: Grup Tong-Tong se-Madura Diharapkan Terus Berkarya, Berinovasi dan Rawat Tradisi
Ribuan Penari Berkain Batik Guncang Probolinggo, Cetak Rekor Dunia MURI Lewat Batik in Motion 2026
Kadisbudporapar Sumenep Ucapkan Selamat kepada Para Pemenang Festival Musik Tongtong 2026, Ini Daftarnya
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Arjasa-Kangayan Sumenep Akhirnya Mulus di 2026: Bupati Fauzi Disebut Bapak Pembangunan
Dandim Sumenep Turun Langsung Pantau Progres Bakti TNI AD

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 09:24 WIB

Kursi NasDem Banyak Kosong, 20 Anggota DPRD Sampang Tak Hadir Saat Bahas APBD

Selasa, 8 September 2026 - 09:11 WIB

Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah, Serapan Tenaga Kerja Job Fair Probolinggo Masih “Gelap”

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Kadisbudporapar Sumenep: Grup Tong-Tong se-Madura Diharapkan Terus Berkarya, Berinovasi dan Rawat Tradisi

Senin, 7 September 2026 - 10:50 WIB

Ribuan Penari Berkain Batik Guncang Probolinggo, Cetak Rekor Dunia MURI Lewat Batik in Motion 2026

Berita Terbaru