SUMENEP, Detikzone.id –Pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep pada 2026. Dari total anggaran pembangunan jalan sebesar Rp47,53 miliar, lebih dari separuhnya dialokasikan untuk kawasan kepulauan.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep mencatat, total anggaran pembangunan jalan tahun 2026 mencapai Rp47.525.847.000. Dari jumlah tersebut, Rp27.531.942.000 atau sekitar 57,9 persen dialokasikan untuk wilayah kepulauan. Sementara Rp19.993.905.000 diperuntukkan bagi wilayah daratan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, perhatian terhadap infrastruktur kepulauan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan,” terang Bupati Fauzi, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Jalan yang memadai tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi barang, pelayanan publik, serta aktivitas perekonomian.
Kepala Dinas PUTR Sumenep Eri Susanto menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati agar pembangunan infrastruktur menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
“Pembangunan harus dirasakan secara merata oleh masyarakat. Karena itu, tahun 2026 porsi anggaran jalan memang lebih besar dialokasikan untuk wilayah kepulauan,” ujarnya.
Sejumlah pekerjaan jalan di kawasan kepulauan telah disiapkan, di antaranya rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, rekonstruksi Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan ruas Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Pembangunan infrastruktur juga tetap berjalan di wilayah daratan. Beberapa pekerjaan di antaranya rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.
Selain pembangunan dan pemeliharaan jalan, Pemkab Sumenep juga memperkuat konektivitas melalui pembangunan jembatan penghubung di Desa Kalowang, Kecamatan Gayam.
Pekerjaan jembatan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp802 juta.
Pelaksanaan dimulai pada 17 Maret 2026 dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Widuri Karya.
Perhatian terhadap infrastruktur kepulauan juga mencakup perbaikan sejumlah gorong-gorong di wilayah Kepulauan Sapudi yang mengalami kerusakan akibat usia konstruksi dan tingginya beban kendaraan.
Eri menyebutkan, hingga saat ini lima unit gorong-gorong telah selesai diperbaiki, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk gorong-gorong yang mengalami kerusakan, penanganannya dilakukan melalui anggaran pemeliharaan rutin,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagian gorong-gorong tersebut merupakan bangunan lama sehingga diperlukan peningkatan kualitas konstruksi agar lebih kuat menghadapi beban kendaraan.
“Gorong-gorong yang jebol merupakan infrastruktur lama sehingga perlu ditingkatkan agar lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan,” imbuhnya.
Dengan alokasi anggaran jalan yang lebih besar untuk kepulauan serta pembangunan jembatan dan perbaikan infrastruktur pendukung, Pemkab Sumenep menargetkan konektivitas antarwilayah semakin baik.
Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perikanan sekaligus mempermudah masyarakat kepulauan dalam mengakses layanan publik.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan infrastruktur antara wilayah daratan dan kepulauan.







