Sumenep Rabu (30/09/2026) — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), khususnya pada penguatan aspek keamanan serta literasi digital di lingkungan sekolah.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya memegang peran penting dalam memberikan pendampingan kepada sekolah agar seluruh warga sekolah mampu menghadapi berbagai tantangan dan ancaman di ruang digital.
Pendampingan tersebut diprioritaskan pada edukasi keamanan digital, peningkatan literasi digital, hingga penanaman etika berkomunikasi melalui media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Diskominfo akan memberikan pendampingan terkait keamanan digital di sekolah melalui edukasi dan literasi digital. Ini penting agar warga sekolah memiliki pemahaman dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Indra Wahyudi, Rabu (30/09/2026).
Materi literasi digital yang disiapkan mencakup upaya mitigasi terhadap berbagai ancaman siber yang marak terjadi, seperti penyebaran berita bohong (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), pemaparan konten negatif, penipuan online, serta berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
Selain itu, aspek etika berkomunikasi di media digital turut menjadi perhatian utama. Para siswa dan warga sekolah diingatkan agar tetap menjaga etika dan rasa tanggung jawab dalam berinteraksi melalui platform pesan maupun media sosial seperti WhatsApp.
“Jangan sampai kemudahan berkomunikasi di media sosial justru menimbulkan persoalan. Karena itu, kesadaran dan etika digital perlu terus dibangun sejak di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Guna mengoptimalkan pelaksanaan BSAN, Diskominfo Kabupaten Sumenep juga mengambil peran dalam penyebarluasan informasi dan publikasi program. Kampanye mengenai sekolah aman dan nyaman akan dimaksimalkan melalui kanal resmi website dan akun media sosial Pemerintah Kabupaten Sumenep agar informasi serta praktik baik dari sekolah-sekolah dapat diketahui publik secara luas.
Di samping pemahaman digital, aspek sarana pendukung seperti pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan sekolah turut dibahas dalam rapat pendampingan Pokja BSAN. Diskominfo menekankan pentingnya kesiapan teknis jaringan agar sistem keamanan berbasis digital tersebut dapat berfungsi secara optimal.
Secara nasional, program BSAN merupakan kebijakan komprehensif yang mencakup perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital. Hal ini selaras dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang mengamanatkan penguatan literasi digital untuk menangkal ancaman kekerasan dan kejahatan siber di sekolah.
Indra berharap keterlibatan aktif Diskominfo dalam Pokja BSAN dapat memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadapi era digitalisasi sekaligus mewujudkan budaya digital yang sehat.
“Sekolah tidak hanya harus aman secara fisik, tetapi juga aman di ruang digital. Edukasi, literasi, dan etika digital harus menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menciptakan sekolah yang benar-benar aman dan nyaman,” pungkasnya.







