PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah agresif untuk memutus mata rantai penyebaran tuberkulosis (TBC). Mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), petugas kesehatan menyisir kawasan pesisir melalui gerakan Active Case Finding (ACF) yang dikemas dalam layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).Aksi jemput bola ini digelar di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Probolinggo Wilayah Kerja Paiton pada Selasa (29/9/2026).
Sebanyak 274 orang yang terdiri dari komunitas pelabuhan serta warga di sekitar Pelabuhan Terminal Khusus PLTU Paiton menjadi sasaran utama pemeriksaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan akurasi dan kecepatan deteksi, tim medis mengoperasikan Portable X-Ray berbasis AI. Teknologi pintar ini mampu menganalisis hasil rontgen dada peserta secara instan untuk menangkap indikasi awal infeksi TBC di paru-paru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menegaskan bahwa strategi terintegrasi ini dirancang untuk meruntuhkan jarak antara layanan medis dan kelompok masyarakat yang rentan terpapar.
“Melalui layanan CKG ini, peserta tidak hanya diperiksa TBC. Mereka juga mendapatkan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga skrining HIV,” ujar dr. Nina.
Langkah preventif berskala besar ini tidak digerakkan sendiri. Dinkes Kabupaten Probolinggo menggalang kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng BKK Probolinggo, RSUD Waluyo Jati, RSUD Tongas, hingga Puskesmas Paiton.
Melalui sinergi ini, dr. Nina berharap mata rantai TBC di Probolinggo bisa segera dipetakan dan ditangani sejak dini.
“Penemuan kasus TBC secara lebih dini diharapkan membantu mempercepat tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Dinkes Kabupaten Probolinggo kembali mengetuk kesadaran warga. Masyarakat diimbau untuk tidak lagi takut atau ragu memanfaatkan layanan skrining berkala demi membentengi diri dari risiko penyakit kronis di masa depan.
Penulis : Moch Solihin







