Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLITAR, Detikzone.id – Upaya mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal terus didorong di Kabupaten Blitar. Salah satunya melalui Festival Gogoh Iwak yang digelar Pokdarwis Dewa Soso di Blumbang Gede, Desa Soso, Minggu (4/10/2026).

Bupati Blitar Rijanto turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Gogoh Iwak, khususnya Pokdarwis Dewa Soso yang dinilai memiliki kepedulian dan inisiatif dalam mengembangkan potensi lokal desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Festival Gogoh Iwak ini.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini, khususnya kepada Pokdarwis Dewa Soso,” ujar Rijanto.

Menurutnya, Festival Gogoh Iwak tidak sekadar menjadi kegiatan menangkap ikan bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, pelestarian tradisi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi sebuah kegiatan yang menarik, kreatif, dan memiliki nilai wisata tanpa harus meninggalkan kearifan lokal yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Inilah yang perlu terus kita dorong,” jelasnya.

Bupati Blitar Rijanto, mengatakan, Kabupaten Blitar memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, religi, kuliner, hingga berbagai tradisi dan aktivitas masyarakat yang memiliki daya tarik tersendiri.

Karena itu, ia berharap Festival Gogoh Iwak dapat terus dikembangkan dan dikemas menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Soso, dengan tetap mempertahankan nilai tradisi dan kebersamaan masyarakat.

“Saya berharap Festival Gogoh Iwak ini dapat terus dikembangkan dan dikemas menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Soso. Tentunya dengan tetap mempertahankan nilai tradisi dan kebersamaan masyarakat,” katanya.

Dalam pengembangan pariwisata desa, lanjut Rijanto, keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) memiliki peran penting.

Pokdarwis tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan wisata, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menciptakan pengalaman wisata yang menarik, aman, nyaman, bersih, dan berkelanjutan.

Rijanto juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata Kabupaten Blitar secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Blumbang Gede beserta lingkungan di sekitarnya harus dijaga bersama.

“Pengembangan pariwisata Kabupaten Blitar ke depan harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Artinya, Blumbang Gede dan lingkungan di sekitarnya harus kita jaga bersama.

Kebersihan sumber air, kelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, serta keberadaan ekosistem di sekitar kawasan harus menjadi perhatian kita,” imbuhnya.

Ia berharap Festival Gogoh Iwak tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ke depan, kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi rangkaian atraksi wisata yang lebih luas dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi rangkaian atraksi wisata yang lebih luas, melibatkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, kelompok seni dan budaya, pemuda, komunitas, serta masyarakat sekitar,” pungkas Bupati Blitar Rijanto.

Melalui pengembangan kegiatan berbasis potensi lokal tersebut, Festival Gogoh Iwak diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk melestarikan tradisi masyarakat Desa Soso, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Blitar.

 

Penulis Bas

Berita Terkait

Ironi APBD Probolinggo: Proyek Penunjukan Langsung Sekwan Lepas ke Tangan Kontraktor Luar Daerah
Bupati Sumenep: Tongtong Angin Ribut Perkenalkan Budaya Madura di Mandalika
Aroma Seremonial DPMD Probolinggo, Miliaran Rupiah untuk Rakyat atau ‘Bagi-Bagi’ Honor Seminar?
Ramah dan Cepat, Pelayanan Samsat Kota Kediri Tuai Apresiasi Masyarakat
Proyek Rehab Interior DPRD Probolinggo Rp392 Juta Diekspor ke Surabaya, Sekwan Malah Lempar Bola
Paparkan Inflasi Bulan September, BPS Kota Kediri Sebut Kelompok Pendidikan Jadi Penyumbang Utama
DPRD Sumenep dan Mojokerto Bertukar Gagasan, Transparansi Anggaran Jadi Perhatian
Penguatan Komunikasi Publik, Diskominfo Kota Kediri Silaturahmi Bersama Insan Media

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Ironi APBD Probolinggo: Proyek Penunjukan Langsung Sekwan Lepas ke Tangan Kontraktor Luar Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Bupati Sumenep: Tongtong Angin Ribut Perkenalkan Budaya Madura di Mandalika

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Aroma Seremonial DPMD Probolinggo, Miliaran Rupiah untuk Rakyat atau ‘Bagi-Bagi’ Honor Seminar?

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ramah dan Cepat, Pelayanan Samsat Kota Kediri Tuai Apresiasi Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terbaru