Founder BIP Bang Ali Raih Most Visionary Iconic Professional 2026, Ibu Fitria Ali Dinobatkan Successful Womenpreneur, Persembahkan Penghargaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bang Ali dan Ibu Fitria Ali menerima penghargaan Star Iconic 2026 atas pencapaian profesional dan kewirausahaan, yang didedikasikan untuk anak yatim dan kaum dhuafa.

Bang Ali dan Ibu Fitria Ali menerima penghargaan Star Iconic 2026 atas pencapaian profesional dan kewirausahaan, yang didedikasikan untuk anak yatim dan kaum dhuafa.

Jakarta–  Gemerlap panggung penghargaan tidak membuat H. Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali melupakan orang-orang yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan sosialnya. Di balik penghargaan yang diraihnya bersama sang istri, Ibu Fitria Ali, tersimpan pesan mendalam tentang arti keberhasilan, ketulusan berbagi, dan pengabdian kepada sesama.

Bagi Bang Ali, penghargaan bukan sekadar pengakuan atas pencapaian profesional. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan akan jauh lebih bermakna ketika dapat menghadirkan manfaat bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.

Bang Ali, Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) atau BASHRA, meraih penghargaan kategori Most Visionary Iconic Professional of the Year Award 2026. Sementara sang istri, Ibu Fitria Ali, Direktur Toko Emas Central Gold88, menerima penghargaan kategori Successful Womenpreneur dalam ajang Star Iconic 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kebanggaan atas pencapaian tersebut, Bang Ali justru menegaskan bahwa penghargaan itu bukan semata-mata untuk dirinya.

“Yang malam ini seperti mimpi buat saya sekeluarga. Apresiasi ini sebenarnya untuk Founder BASHRA BIP. Kami hadir ke sini hanya mewakili anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Bang Ali.

Pernyataan itu menggambarkan cara pandangnya terhadap sebuah penghargaan. Di balik nama yang tercantum dalam piagam, ada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian, kaum dhuafa yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, serta masyarakat kecil yang berharap memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Bagi Bang Ali, merekalah yang membuat perjalanan sosial BASHRA BIP memiliki arti.

Bukan Kekayaan atau Jabatan, Melainkan Manfaat bagi Sesama

Bang Ali memiliki pandangan tersendiri tentang ukuran kehebatan seorang manusia. Menurutnya, keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari tingginya karier, melimpahnya kekayaan, ataupun jabatan yang berhasil diraih.

“Manusia yang paling hebat di muka bumi ini bukan yang paling tinggi kariernya, bukan manusia yang paling kaya raya hartanya, dan bukan pula yang memiliki pangkat atau jabatan tertinggi. Namun, sebagaimana pesan Nabi, khairunnas anfa’uhum linnas,” tuturnya.

Ungkapan tersebut bermakna bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Bagi Bang Ali, prinsip itu bukan sekadar ungkapan yang indah untuk disampaikan, melainkan nilai yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Sebab, harta dapat bertambah, jabatan dapat berganti, dan pencapaian dapat berlalu. Namun, kebaikan yang dirasakan orang lain dapat meninggalkan kesan mendalam dalam kehidupan mereka.

Keberhasilan, dalam pandangannya, bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi juga tentang kesediaannya untuk menoleh kepada mereka yang masih berjuang dalam keterbatasan.

Ada anak yatim yang membutuhkan perhatian, kaum dhuafa yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, penyandang disabilitas yang memerlukan dukungan, serta masyarakat kecil yang bekerja keras demi menyambung kehidupan.

Mereka menjadi bagian penting dari gerakan sosial yang selama ini dijalankan BASHRA BIP.

Doa Seorang Istri di Balik Perjuangan Bang Ali

Di balik perjalanan tersebut, terdapat dukungan Ibu Fitria Ali yang mendampingi sang suami. Dalam kesempatan menerima penghargaan, Ibu Fitria menyampaikan rasa terima kasih kepada Bang Ali atas perjuangan dan komitmennya dalam menggerakkan kegiatan sosial.

Ia tidak menempatkan penghargaan tersebut semata-mata sebagai pencapaian pribadi. Dengan rendah hati, Ibu Fitria mengungkapkan bahwa dukungan dan doa merupakan bagian penting dari perannya sebagai seorang istri.

“Saya sebagai ibu rumah tangga yang hanya bisa men-support bisnis suami saya. Dalam doa, saya selalu mendoakan agar suami saya bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Ibu Fitria.

Kalimat sederhana itu menyimpan harapan besar. Ia tidak hanya mendoakan keberhasilan usaha sang suami, tetapi juga berharap agar perjalanan tersebut menjadi jalan untuk membantu semakin banyak orang.

Sebagai Direktur Toko Emas Central Gold88, Ibu Fitria turut menjadi bagian dari perjalanan usaha yang hasilnya diperuntukkan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Melalui usaha tersebut dan gerakan sosial BASHRA BIP, keberhasilan ekonomi diarahkan untuk berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.

Bagi Ibu Fitria, kebahagiaan atas penghargaan yang diterima tentu menjadi momen istimewa bagi keluarga. Namun, ada makna yang lebih dalam ketika pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus menebar kebaikan.

Dari Santunan Ribuan Anak Yatim hingga Bantuan bagi Masyarakat Kecil

Konsistensi dalam menggerakkan kegiatan sosial dan kemanusiaan juga mengantarkan Bang Ali meraih dua penghargaan tingkat Asia dalam ajang Asia Award Media yang diselenggarakan di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bang Ali secara khusus mempersembahkan penghargaan yang diterimanya untuk anak yatim, kaum dhuafa, dan seluruh penerima manfaat program Yayasan Bani Insan Peduli.

“Alhamdulillah, malam ini kami mewakili penerima manfaat dari Bani Insan Peduli, yaitu para anak yatim, dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan, untuk menerima dua penghargaan ini. Bagi saya, kebaikan tidak cukup hanya dibicarakan atau diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujar Bang Ali di hadapan awak media.

Penghargaan tersebut hadir di tengah perjalanan panjang kegiatan sosial BASHRA BIP yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat.

Penerima manfaatnya tidak hanya anak yatim dan kaum dhuafa, tetapi juga penyandang disabilitas, lansia, guru ngaji, abang becak, pedagang kecil, pengemudi ojek daring, pekerja harian, nelayan, hingga warga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepedulian itu diwujudkan melalui beragam program, mulai dari santunan, umrah gratis, bedah rumah, bantuan kebutuhan sehari-hari, BBM gratis, isi ulang LPG gratis, dukungan pendidikan keagamaan, pembangunan sarana dan asrama tahfiz Al-Qur’an, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.

Pada Maret 2026, BASHRA BIP menggelar santunan bagi 3.000 anak yatim di Pamekasan. Kegiatan tersebut juga memperoleh Rekor MURI.

Pada April 2026, kegiatan sosial kembali dilaksanakan dengan menyasar 2.000 penyandang disabilitas dan masyarakat berkebutuhan khusus di Madura.

Rangkaian kegiatan tersebut berlanjut pada September 2026. BASHRA BIP menggelar santunan bagi 1.000 anak yatim dan dhuafa dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Selatan. Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan peluncuran Gedung Ainun Umar.

Di Pamekasan, BASHRA BIP bersama MWCNU Palengaan memberikan tali asih kepada 250 anak yatim dan guru ngaji dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 September 2026.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun keagamaan.

BBM Gratis hingga Dukungan Pendidikan Al-Qur’an

Kegiatan sosial BASHRA BIP juga menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Pada September 2026, Bang Ali bersama relawan BASHRA dan Central 88 Gold & Jewellery memimpin aksi BBM gratis di sejumlah SPBU di Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Penerima manfaatnya antara lain pengendara sepeda motor, pengemudi ojek daring, pedagang keliling, dan masyarakat lainnya. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan isi ulang LPG gratis di sejumlah wilayah.

Bantuan tersebut diarahkan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di bidang keagamaan, BASHRA BIP juga memberikan dukungan pembangunan sarana dan asrama tahfiz Al-Qur’an di sejumlah daerah. Sementara dalam pemberdayaan ekonomi, kegiatan diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM dan komunitas lokal.

Program umrah gratis menjadi salah satu bentuk kepedulian di bidang keagamaan. Adapun bedah rumah ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.

Beragam program tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui satu bentuk bantuan. Ada kebutuhan ekonomi yang perlu dijawab, tempat tinggal yang perlu diperbaiki, pendidikan keagamaan yang perlu didukung, serta pelaku usaha kecil yang memerlukan kesempatan untuk berkembang.

Bagi BASHRA BIP, kegiatan sosial menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Atas penghargaan yang diterimanya, Bang Ali menyampaikan rasa syukur. Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir dari berbagai kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini pada hakikatnya milik seluruh tim relawan BASHRA dan masyarakat yang selalu bersama kami di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat bagi semakin banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan sosial sesuai kemampuan masing-masing.

“Harapan saya dan seluruh relawan, penghargaan ini menjadi pemantik semangat untuk terus konsisten menggemakan spirit Fastabiqul Khairat. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus peduli dan berbagi sesuai dengan kapasitas masing-masing,” katanya.

Bang Ali juga berharap gerakan kepedulian dapat terus tumbuh di berbagai daerah sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Semoga dampak positifnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.

Ketika Penghargaan Menjadi Pengingat untuk Terus Berbagi

Pada akhirnya, penghargaan yang diterima Bang Ali dan Ibu Fitria Ali bukan hanya tentang nama yang disebut di atas panggung atau trofi yang dibawa pulang.

Di balik pencapaian itu, ada doa seorang istri yang mengiringi perjuangan suaminya, ada relawan yang bergerak bersama masyarakat, serta ada anak yatim dan kaum dhuafa yang menjadi bagian dari tujuan gerakan kemanusiaan tersebut.

Bagi Bang Ali, penghargaan menjadi pengingat bahwa semakin besar kesempatan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Sementara bagi Ibu Fitria, momen yang terasa seperti mimpi itu menjadi kebahagiaan tersendiri karena perjalanan usaha dan perjuangan sang suami memperoleh apresiasi.

Namun, makna yang sesungguhnya tidak berhenti pada malam penganugerahan. Setelah tepuk tangan mereda dan panggung kembali lengang, masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Sebab, keberhasilan tidak selalu diukur dari seberapa tinggi seseorang mencapai puncak. Terkadang, makna keberhasilan justru terlihat ketika seseorang mampu membantu orang lain bangkit dari keterbatasan.

Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan, melainkan agar semakin banyak manusia merasakan manfaat dari kebaikan yang dilakukan.

Penulis : Red

Berita Terkait

Yakuza Maneges Salurkan 48.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Ponggok Kediri
Peran Yakuza Maneges Diapresiasi Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ngawi
Hari Santri 2026, Kemenag Sangkapura Gaungkan Semangat Santri Menuju Indonesia Emas
Hari Santri Nasional 2026, Burdah Keliling Bawean Jadi Ikhtiar Keselamatan dan Peningkatan Prestasi Santri 
Festival Tong-Tong Sumenep Jadi Perhatian Nasional, Cak Fauzi Bicara Budaya dan Persatuan
Respon Isu Sosial, Yakuza Maneges Jember Siapkan Program Donor Darah dan Pengawasan TPKS
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Founder BIP Bang Ali Raih Most Visionary Iconic Professional 2026, Ibu Fitria Ali Dinobatkan Successful Womenpreneur, Persembahkan Penghargaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Yakuza Maneges Salurkan 48.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Ponggok Kediri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Peran Yakuza Maneges Diapresiasi Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ngawi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Hari Santri 2026, Kemenag Sangkapura Gaungkan Semangat Santri Menuju Indonesia Emas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Burdah Keliling Bawean Jadi Ikhtiar Keselamatan dan Peningkatan Prestasi Santri 

Berita Terbaru