JAKARTA, Detikzone.id – Penghargaan bergengsi kembali diraih pasangan pengusaha dermawan asal Bumi Gerbang Salam Pamekasan, H. Ali Zainal Abidin atau Bang Ali bersama sang istri, Ibu Fitria Ali. Namun, di balik pencapaian tersebut, keduanya tetap berpegang pada nilai yang menjadi landasan perjalanan sosial mereka, yakni menjadikan keberhasilan sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Bang Ali meraih penghargaan Most Visionary Iconic Professional of the Year Award 2026, sedangkan Ibu Fitria Ali dinobatkan sebagai Successful Womenpreneur dalam ajang Star Iconic 2026.
Bagi pasangan yang dikenal melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat tersebut, penghargaan bukan sekadar pengakuan atas pencapaian profesional. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa harta, karier, dan kedudukan akan semakin bermakna apabila dapat membawa kebaikan bagi orang lain.
Bang Ali, Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) atau BASHRA, menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata untuk dirinya dan keluarga. Ia mempersembahkan apresiasi tersebut kepada anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang malam ini seperti mimpi buat saya sekeluarga. Apresiasi ini sebenarnya untuk Founder BASHRA BIP. Kami hadir ke sini hanya mewakili anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Bang Ali.
Pernyataan tersebut mencerminkan prinsip yang selama ini ia pegang dalam menjalankan kegiatan sosial. Baginya, pencapaian pribadi tidak seharusnya membuat seseorang melupakan mereka yang masih berjuang menghadapi keterbatasan hidup.
Berpegang pada Pesan Nabi tentang Manfaat bagi Sesama
Dalam memaknai keberhasilan, Bang Ali berpegang pada ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Manusia yang paling hebat di muka bumi ini bukan yang paling tinggi kariernya, bukan manusia yang paling kaya raya hartanya, dan bukan pula yang memiliki pangkat atau jabatan tertinggi. Namun, sebagaimana pesan Nabi, khairunnas anfa’uhum linnas,” tuturnya.
Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Melalui BASHRA BIP, kepedulian sosial diarahkan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Bagi Bang Ali, kebaikan tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Ibu Fitria Ali, Dukungan dan Doa dalam Perjalanan Berbagi
Di balik perjalanan Bang Ali, terdapat dukungan sang istri, Ibu Fitria Ali, yang turut mengiringi perjuangan keluarga dan kegiatan sosial mereka.
Sebagai Direktur Toko Emas Central Gold88, Ibu Fitria juga menerima penghargaan Successful Womenpreneur. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hal yang selalu menyertai dukungannya kepada sang suami adalah doa agar setiap usaha dan perjuangan yang dijalankan membawa manfaat bagi banyak orang.
“Saya sebagai ibu rumah tangga yang hanya bisa men-support bisnis suami saya. Dalam doa, saya selalu mendoakan agar suami saya bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Ibu Fitria.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan bagi pasangan ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian usaha, tetapi juga dengan harapan agar perjalanan mereka dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dukungan keluarga dan komitmen sosial menjadi bagian dari perjalanan yang mereka maknai sebagai kesempatan untuk terus berbagi.
Penghargaan Bukan Akhir dari Pengabdian
Sebelumnya, Bang Ali juga meraih dua penghargaan tingkat Asia dalam ajang Asia Award Media yang diselenggarakan di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia mempersembahkan penghargaan kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan seluruh penerima manfaat program BASHRA BIP.
“Alhamdulillah, malam ini kami mewakili penerima manfaat dari Bani Insan Peduli, yaitu para anak yatim, dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan, untuk menerima dua penghargaan ini. Bagi saya, kebaikan tidak cukup hanya dibicarakan atau diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.
Penghargaan yang kembali diraih Bang Ali dan Ibu Fitria Ali menjadi catatan atas pencapaian mereka. Namun, bagi keduanya, nilai keberhasilan tidak berhenti pada apresiasi yang diterima.
Lebih dari sekadar prestasi, ada tanggung jawab moral untuk menjaga kepedulian dan terus membuka ruang bagi hadirnya manfaat bagi sesama.
Pada akhirnya, penghargaan dapat menjadi simbol keberhasilan, tetapi kebaikan yang dirasakan orang lain menjadi bagian penting dari makna sebuah pengabdian.
Penulis : Red







