Pemalang – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Pemalang pada 9 November 2026, keberadaan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) kembali menjadi sorotan. Di tengah kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, para anggota Linmas senior berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan organisasi, pengakuan atas pengabdian, dan kesejahteraan mereka.
Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyamaan persepsi untuk menjaga kondusivitas Pilkades Serentak yang digelar di Pendopo Kecamatan Pemalang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah anggota Linmas yang telah puluhan tahun mengabdi mengingatkan pentingnya mempertahankan peran Linmas sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.
Casmadi (86), anggota Linmas yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk masyarakat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberadaan Linmas yang menurutnya mulai kehilangan perhatian.
Ia berharap pemerintah kembali memperkuat peran Linmas di setiap desa agar masyarakat memiliki unsur pendukung keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Pesan saya, Linmas harus dibangkitkan kembali. Desa harus ada Linmas-nya. Kalau tidak ada Linmas, bisa kacau karena banyak orang bertindak semaunya sendiri. Kami memohon kepada pemerintah daerah agar Linmas terus diperkuat, jangan sampai seperti yang sudah-sudah, keberadaannya hampir hilang,” ungkap Casmadi,Pada Rabu ( 28/10 ).
Keluhan serupa disampaikan Carmadi (69), yang mengaku sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas Desa Mengori, Kecamatan Pemalang. Ia berharap pemerintah tidak hanya membutuhkan tenaga Linmas ketika menghadapi kegiatan besar atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan anggotanya.
Menurut Carmadi, pengakuan atas pengabdian anggota Linmas, dukungan kesejahteraan, hingga santunan bagi anggota yang meninggal dunia merupakan hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Pertama, kami berharap Linmas tetap diakui seperti dahulu dan diberikan perhatian terhadap kesejahteraannya. Apabila ada anggota yang meninggal dunia, kami juga berharap mendapatkan santunan. Kedua, dalam Pilkades Serentak ini, kami mengajak seluruh anggota Linmas untuk bangkit dan ikut mengamankan pesta demokrasi di desa masing-masing,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, anggota Linmas Desa Mengori siap membantu menjaga kondusivitas wilayah agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar.
Keberadaan Linmas selama ini menjadi salah satu unsur pendukung dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, membantu pengamanan kegiatan pemerintahan, serta mendukung penanganan situasi darurat di lingkungan desa.
Karena itu, menjelang Pilkades Serentak, perhatian terhadap keberadaan dan kesejahteraan anggota Linmas dinilai penting agar semangat pengabdian mereka tetap terpelihara.
Pemerintah daerah bersama pemerintah desa diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap pembinaan, dukungan operasional, serta bentuk penghargaan yang dapat diberikan sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran.
Terlebih, sebagian anggota Linmas telah memasuki usia lanjut, tetapi masih memiliki semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat. Pengalaman dan pengabdian mereka menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tidak hanya membutuhkan kesiapan personel, tetapi juga dukungan dan perhatian yang berkelanjutan.
Menjelang pesta demokrasi tingkat desa pada 9 November mendatang, harapan para anggota Linmas senior tersebut menjadi perhatian bersama. Jangan sampai Linmas hanya dicari ketika dibutuhkan untuk pengamanan, tetapi dilupakan ketika berbicara tentang kesejahteraan dan penghargaan atas pengabdian. Pemerintah daerah diharapkan hadir melalui kebijakan pembinaan dan dukungan nyata agar Linmas tetap berdaya, dihargai, serta mampu menjalankan tugasnya dengan baik demi keamanan masyarakat.( Ragil)







