PROBOLINGGO – Langkah nyata dan penuh kasih dalam dunia pendidikan inklusi kembali membuahkan hasil membanggakan. Berdasarkan Berita Acara Hasil Seleksi Inovasi Manajemen Program Pendidikan Inklusif Nomor: 400.3.2/090/425.103/2026 tertanggal 23 Oktober 2026, PKBM Homeschooling The Best berhasil menembus posisi 5 (lima) besar dalam ajang bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini diraih berkat terobosan manajemen mereka yang diberi nama Program MERAIH (Merdeka Belajar Inklusi Humanis). Sebuah program yang lahir dari rahim kepedulian terdalam terhadap masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program MERAIH bukan sekadar metode belajar di atas kertas. Inovasi ini digagas sebagai komitmen saklek untuk memastikan anak-anak inklusi dapat tumbuh, mekar, dan berkembang sesuai dengan bakat, kemampuan, serta potensi unik yang mereka miliki.
Di tengah bayang-bayang kecemasan orang tua akan perundungan (bullying) dan rasa minder yang kerap menghantui anak-anak berkebutuhan khusus, Program MERAIH hadir membawa angin segar. Inovasi ini mengutamakan pendekatan pembelajaran secara individual (personalized learning).
Dengan metode yang sangat personal ini, setiap anak dipandu tanpa dipaksa seragam, menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan sepenuhnya memanusiakan manusia.
“Kami ingin mereka belajar tanpa rasa takut di-bully, dan tidak boleh ada lagi rasa minder karena keterbatasan yang dimiliki,” ujar ketua Yayasan putra bangsa Al Hamzah Eny Soraya ,SE MM.Rabu (28/10/2026).
Bagi lembaga ini, Program MERAIH adalah manifestasi dari pemenuhan hak mendasar konstitusi: bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan keadilan dan kesetaraan dalam mengenyam pendidikan. Ini adalah ikhtiar tanpa lelah untuk mencerdaskan generasi bangsa tanpa ada satu pun anak yang tertinggal di belakang.
Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan masuk dalam jajaran 5 besar, PKBM Homeschooling The Best kini bersiap menyambut tim penilai. Proses visitasi lapangan dan penilaian langsung akan dilaksanakan sepanjang pekan ini, mulai Senin hingga Jumat, 26-30 Oktober 2026, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Visitasi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada publik dan dunia pendidikan di Probolinggo, bahwa keterbatasan fisik atau mental bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Di tangan manajemen yang humanis dan inovatif, anak-anak inklusi kini punya ruang nyata untuk ‘MERAIH’ mimpi mereka.







