Yakuza Maneges Tegaskan Tuduhan Penganiayaan dan Penculikan oleh Terduga Pelaku Asusila di Kediri Adalah Fitnah Kejam

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI — Organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges angkat bicara menanggapi pemberitaan yang dinilai menyudutkan lembaganya. Melalui tim eksekutif dan tim hukum Yakuza Maneges Kediri, dengan tegas membantah laporan serta narasi yang dilayangkan oleh kuasa hukum terduga pelaku pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun ke Polres Kediri beberapa waktu lalu.

 Keterangan foto:  menampilkan seluruh pihak yang terlibat dipertemukan antara korban dan Terduga Pelaku pemerkosaan dengan orangtuanya dan perangkat desa, ketua RT RW setempat

Mengutip pemberitaan dari berbagai media online sebelumnya, sempat dinarasikan oleh warga maupun pihak keluarga bahwa terduga pelaku pemerkosa berinisial MKR digelandang serta diduga mengalami luka berat seperti pembengkakan pada pipi, pelipis, dan lebam di kedua mata yang disertai pendarahan akibat tindakan kelompok Yakuza saat menuju Polres Kediri, yang disebut-sebut sebagai bentuk pelanggaran berat.

“Adik kami MKR sudah kita dampingi untuk laporan ke Polres Kediri yang sekaligus melakukan visum ke rumah sakit penunjukan penyidik,” tegas kakak MKR, sebagaimana dikutip dari berbagai pemberitaan media online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan, sebut LY selaku orangtua DJS terduga pelaku pemerkosaan yang berstatus pelajar SMK Negeri di Kediri menyesalkan pejemputan paksa tanpa legal standing hukum yang jelas dari Yakuza Maneges.

“Datang tengah malam tanpa alasan yang jelas, lalu membawa anak saya keluar rumah dan tidak diberitahu kemana dibawanya anak saya itu. Berkaos hitam dan ada tulisan Yakuza dengan sekurangnya 7 mobil beroda empat dan puluhan sepeda motor sudah mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. Karena datangnya sekitar pukul 00.30 WIB tengah malam di saat keluarga dan tetangga kami istirahat malam sehabis kerja,” ketus LY, sebagaimana dikutip dari berbagai pemberitaan media online.

Berdasarkan investigasi serta bukti-bukti autentik yang dikantongi lembaga, laporan polisi terkait dugaan penganiayaan dan penculikan yang dialamatkan kepada DGT selaku Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges dipastikan merupakan informasi palsu (hoax) dan upaya playing victim untuk mengaburkan substansi perkara utama, yakni dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kronologi dan Bukti Visual Patahkan Narasi Kebohongan

Rizki Bagus Alvianto SH., Selaku Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges memaparkan sejumlah fakta lapangan guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat agar sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berimbang, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta berpedoman pada kode etik jurnalistik.

“Berdasarkan dokumentasi visual dan rekaman video yang kami miliki, saat penyerahan terduga pelaku kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri, wajah dan kondisi fisik terduga pelaku dipastikan bersih tanpa ada luka di bagian wajah maupun mata seperti yang dinarasikan oleh pihak keluarga terduga pelaku,” ucap Bagus, Jumat 6/11/2026.

Jlentrehnya, tuduhan penculikan yang dilayangkan oleh orang tua terduga pelaku inisial DJS terbantahkan oleh rekaman video berdurasi lebih dari dua jam yang dipegang oleh tim eksekutif.

“Rekaman yang kami miliki tersebut memperlihatkan secara utuh proses sejak kedatangan ke rumah terduga pelaku hingga menunggu yang bersangkutan pulang,” tambahnya.

Lebih lanjut kata Bagus, pertemuan tersebut sejatinya diinisiasi untuk mempertemukan seluruh pihak guna mendengarkan kronologis secara transparan terkait dugaan pemaksaan minum minuman keras hingga terjadinya pemerkosaan saat korban dalam kondisi tidak berdaya namun tetap sadar.

“Dan mediasi ini turut disaksikan oleh Ketua RT, Ketua RW, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat,” katanya.

Karena mediasi menemui jalan buntu, tim eksekutif dan tim hukum Yakuza Maneges menyarankan agar kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Langkah ini disetujui bersama oleh orang tua terduga pelaku, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.

“Bahkan, orang tua terduga pelaku itu juga ikut menuju Polres Kediri dengan menggunakan kendaraan pribadinya sendiri, sehingga narasi (penculikan) yang dibangun tersebut sangat mengada-ada,” pungkasnya.

Upaya Playing Victim Demi Kaburkan Kasus Pokok

Yakuza Maneges menilai langkah hukum yang ditempuh oleh pihak terduga pelaku melalui kuasa hukumnya merupakan bentuk pengalihan isu (playing victim).

Alih-alih fokus pada dugaan tindakan bejat para terduga pelaku dengan cara memaksa korban yang masih di bawah umur untuk menenggak minuman keras hingga mabuk dan tak berdaya, pihak terduga pelaku justru melontarkan tuduhan balik yang sarat dengan rekayasa kebohongan publik.

Pihak Yakuza Maneges menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum di Polres Kediri secara objektif, transparan, serta berpihak pada keadilan bagi korban yang masih di bawah umur, sekaligus menempuh langkah-langkah tersendiri guna membersihkan nama baik organisasi dari segala fitnah kejam yang beredar.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Istiqamah Tebar Manfaat, BBM PC LTMNU Bawean–Sahabat Group Jangkau 106 Masjid dan Musholah
Ayunda Bersama TNI-Polri Turun ke Pademawu, Ratusan Warga Sambut Gerakan Jumat Berkah dengan Antusias
Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini
Ancaman Narkoba Tak Bisa Dibiarkan, AJS Siap Kawal Gerakan Duta Anti Narkoba Madura
Gegara Cipratan Air Hujan, Pelajar MTsN 6 Kediri Duel di Luar Sekolah: Guru Panggil Orang Tua dan Siswa Terlibat
Deklarasi Yakuza Maneges Ponorogo Dihadiri Gus Thuba dan Plt Bupati Lisdyarita: Sinergi Pembinaan Rohani “Santri Jalur Kiri” di Bumi Reog
Dari Panggung Budaya ke Panggung Kehormatan, Founder BASHRA BIP Bang Ali Raih Penghargaan Istimewa di Hari Jadi ke-496 Pamekasan
Bos CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Jadi Pamekasan ke-496, Ajak Bangkit Bersama Menuju Pamekasan Maju

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 00:04 WIB

Yakuza Maneges Tegaskan Tuduhan Penganiayaan dan Penculikan oleh Terduga Pelaku Asusila di Kediri Adalah Fitnah Kejam

Jumat, 6 November 2026 - 13:09 WIB

Istiqamah Tebar Manfaat, BBM PC LTMNU Bawean–Sahabat Group Jangkau 106 Masjid dan Musholah

Jumat, 6 November 2026 - 12:06 WIB

Ayunda Bersama TNI-Polri Turun ke Pademawu, Ratusan Warga Sambut Gerakan Jumat Berkah dengan Antusias

Jumat, 6 November 2026 - 11:29 WIB

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 6 November 2026 - 10:07 WIB

Ancaman Narkoba Tak Bisa Dibiarkan, AJS Siap Kawal Gerakan Duta Anti Narkoba Madura

Berita Terbaru