Efek Zalim, Predator Pencabulan Berprofesi Guru SDN Kebunagung II Kembali Dilaporkan 3 Korban

Senin, 20 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketiga Korban dugaan  didampingi kedua orang tuanya

Foto: Ketiga Korban dugaan didampingi kedua orang tuanya

Sumenep, Detikzone.id-  Efek berbuat zalim, Predator pencabulan inisial SO yang berprofesi sebagai guru di SDN Kebunagung II kembali dilaporkan ke Polres Sumenep oleh tiga korban sekaligus. Senin (20/5/2024).

Tiga korban dugaan pencabulan keji oknum guru bejat SDN Kebunagung II Sumenep  didampingi kedua orang tuanya beserta keluarga.

3 Laporan tersebut berdasarkan LP/B/121/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, Laporan Polisi Nomor: LP/B/122/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR tentang dugaan tindak pidana pencabulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal beberapa hari yang lalu, oknum tenaga pendidik berprilaku zalim tersebut juga telah dilaporkan atas kasus yang sama.

Kini, LP dugaan pencabulan anak oleh oknum guru zalim yang ada di meja penyidik Polres Sumenep tersebut ada 4 laporan polisi.

“Kami dari keluarga korban meminta Polres Sumenep agar secepatnya menindaklanjuti kasus yang meresahkan ini. Segera tangkap oknum Guru bejat itu,” ujar salah satu orang tua korban kepada sejumlah media, (20/5).

Sebelum membuat laporan Polisi, orang tua korban bersama keluarganya terlebih dulu mendatangi kediaman rumah oknum guru terduga pelaku pencabulan yang terletak di Desa Kebunagung untuk mengecek keberadaannya lantaran ditengarai sejak kasusnya viral yang bersangkutan sedang menghilang tidak dirumahnya di Desa Kebunagung.

“Ternyata benar, di rumahnya di Desa Kebunagung tampak sepi tidak berpenghuni,” kata salah satu orang tua korban.

Saat ini, lanjut dia, oknum guru cabul tersebut ditengarai sedang berada di rumah keluarganya yang terletak di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

“Saya meminta kepada Polres Sumenep agar segera menangkap terduga pelaku yang saat ini sedang pindah tempat.
Khawatir ada korban lagi sekaligus menghindari bentrok dibawah,” tutupnya.

Terkait banyaknya laporan tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Moh Andriansyah menyebut oknum guru bejat itu sudah dikategorikan predator pencabulan.

“Kalau korbannya sudah banyak begitu sudah dikategorikan predator pencabulan. Ini tidak boleh dibiarkan terus menerus karena sangat meresahkan. Saya berharap Polres Sumenep segera tangkap pelaku,”  kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Moh Andriansyah.

Sementara, Kanit Pidum, Ipda Sirat, S.H berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Namun meminta semua keluarga pelapor untuk tetap bersabar.

“Yang jelas kami akan bekerja maksimal atas banyaknya laporan kasus pencabulan ini. Terlapor akan tetap diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” tandasnya.

 

 

 

Penulis : Amin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB