Nasional – Perlu kamu ketahui, pemuda merupakan aset sebuah bangsa. Tanpa pemuda, siapa yang akan meneruskan kemajuan bangsa? Apakah kamu seorang pemuda? Sejauh ini, apa kontribusimu untuk bangsa?
“Menuju Indonesia Emas 2045”, merupakan target bangsa untuk mencapai kesetaraan dengan negara-negara maju (super power). Jika di ibaratkan ia adalah “hadiah”, untuk ulang tahun Indonesia yang ke-100 tahun. Inilah salah satu alasan munculnya ide atau gagasan Generasi Emas 2045, yaitu harapannya anak bangsa (pemuda) bisa memajukan negara di masa kejayaannya.
Kali ini, saya akan membahas mengenai peranan penting pemuda bagi sebuah bangsa dalam perspektif islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mari kita sebut bahwa pemuda ialah “agent of change”. Peran pemuda tidak berhenti sampai Sumpah Pemuda di ikrarkan, atau adanya peristiwa Rengasdengklok. Dalam sejarah islam ada kisah golongan pemuda yang berlari menjauh dari pemimpin yang dzolim, dia lah “’ashabul kahfi”.
Sosok pemuda seperti apa yang dapat diharapkan mampu membangun negeri ini? Dalam Al-Quran digambarkan pemuda Ashhabul kahfi, yaitu sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral (iman).
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).
Bisa di katakan bahwa, pemuda adalah pemimpin masa depan, pemegang ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, pengetahuan yang inovatif, serta kreativitas yang tinggi dan cenderung membangun pola kerja dengan keterampilan interpersonal yang kuat. Sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan, baik saat ini maupun masa datang.
Dalam al-quran, allah memberi isyarat bagi pemuda. Salah satunya (Q.S. Yusuf Ayat [30]) yang berbunyi:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”
Dalam ayat tersebut, Allah memberi isyarat bahwa pemuda harus mampu menolak kebatilan dan kemaksiatan. Saat kamu mampu menguasai diri, maka kamu pasti mampu memimpin sebuah bangsa.
Lalu, dalam perspektif islam pemuda seperti apa yang mampu membawa perubahan bagi bangsa?
10 karakter yang bisa kamu teladani untuk menjadi agent of changes:
Salimul aqidah
Seorang pemuda harus lurus aqidahnya, dan mampu berpegang teguh pada agamanya.
Shahihul ibadah
Beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan oleh Rasulullah SAW. Jadilah pemuda yang taat beribadah.
Matinul khuluq
Memiliki ketangguhan akhlak yang mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. Pionir sebuah bangsa adalah ia yang mampu menjaga kedaulatan negara tanpa memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Qadirun ‘alal Kasbi
Potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. Pemuda harus melatih skill dan kemampuan secara berkala, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Mutsaqqaful fikri
Keluasan wawasan. Selain kreatif, pemuda harus banyak belajar dan membaca untuk mengasah otak sebagaimana Allah memerintahkanmu dalam surat Al Alaq ayat 1.
Qawiyyul jism
Mepunyai kekuatan fisik yang prima. Kamu harus jadi pemuda yang kuat dan sehat. Masa mau memimpi negara tapi kalah sama keadaan fisik sendiri? Semangat olahraga!
Lin nafsi:
Memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di Mujahid atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh.
Munadzam fi syu’unihi
Mampu mengatur segala urusan.
‘ala waqtihi
Memelihara waktunya sehingga terhindar dari kelalaian dan Haristun kehilafan.
Nafi’un li ghoirihi
Bermanfaat bagi orang lain.
Sepuluh poin di atas merupakan pondasi awal bagi pemuda untuk bisa memimpin bangsa di kemudian hari. Ingat bahwa kamu adalah pemimpin bagi dirimu sendiri.
Sebagai seorang pemuda kita harus paham apa yang tujuan hidup kita. Saat kita mengetahui tujuan kita, maka akan dengan mudah strategi dan pola pikir kita terbentuk dengan sendirinya. Posisikan diri kita sebagai pendakwah muda, setidaknya kita bisa mempengaruhi orang yang ada di sekitar kita untuk bisa membantu membawa sedikit perubahan untuk persatuan bangsa di kemudian hari.
Oleh karena itu, budayakan untuk belajar banyak hal mulai dari sekarang ya teman-teman. Masa sebagai pemuda gak punya kontribusi apapun buat bangsa sendiri?
Ujung tombak ada pada pemuda, akan seperti apa bangsa di kemudian hari tergantung bagaimana pemuda di hari ini.
Maafkan penulis ulung ini, semangat untuk kita para pemuda bangsa! Merdeka!
Penulis : Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor







