Sebagai Pemuda, Apa yang Akan Kita Berikan untuk Bangsa ?

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foot Rahmawati, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor

Foot Rahmawati, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor

Nasional – Perlu kamu ketahui, pemuda merupakan aset sebuah bangsa. Tanpa pemuda, siapa yang akan meneruskan kemajuan bangsa? Apakah kamu seorang pemuda? Sejauh ini, apa kontribusimu untuk bangsa?

“Menuju Indonesia Emas 2045”, merupakan target bangsa untuk mencapai kesetaraan dengan negara-negara maju (super power). Jika di ibaratkan ia adalah “hadiah”, untuk ulang tahun Indonesia yang ke-100 tahun. Inilah salah satu alasan munculnya ide atau gagasan Generasi Emas 2045, yaitu harapannya anak bangsa (pemuda) bisa memajukan negara di masa kejayaannya.

Kali ini, saya akan membahas mengenai peranan penting pemuda bagi sebuah bangsa dalam perspektif islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mari kita sebut bahwa pemuda ialah “agent of change”. Peran pemuda tidak berhenti sampai Sumpah Pemuda di ikrarkan, atau adanya peristiwa Rengasdengklok. Dalam sejarah islam ada kisah golongan pemuda yang berlari menjauh dari pemimpin yang dzolim, dia lah “’ashabul kahfi”.

Sosok pemuda seperti apa yang dapat diharapkan mampu membangun negeri ini? Dalam Al-Quran digambarkan pemuda Ashhabul kahfi, yaitu sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral (iman).

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).

Bisa di katakan bahwa, pemuda adalah pemimpin masa depan, pemegang ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, pengetahuan yang inovatif, serta kreativitas yang tinggi dan cenderung membangun pola kerja dengan keterampilan interpersonal yang kuat. Sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan, baik saat ini maupun masa datang.

Dalam al-quran, allah memberi isyarat bagi pemuda. Salah satunya (Q.S. Yusuf Ayat [30]) yang berbunyi:

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ

“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”

Dalam ayat tersebut, Allah memberi isyarat bahwa pemuda harus mampu menolak kebatilan dan kemaksiatan. Saat kamu mampu menguasai diri, maka kamu pasti mampu memimpin sebuah bangsa.

Lalu, dalam perspektif islam pemuda seperti apa yang mampu membawa perubahan bagi bangsa?

10 karakter yang bisa kamu teladani untuk menjadi agent of changes:

Salimul aqidah

Seorang pemuda harus lurus aqidahnya, dan mampu berpegang teguh pada agamanya.

Shahihul ibadah

Beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan oleh Rasulullah SAW. Jadilah pemuda yang taat beribadah.

Matinul khuluq 

Memiliki ketangguhan akhlak yang mampu mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. Pionir sebuah bangsa adalah ia yang mampu menjaga kedaulatan negara tanpa memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri.

Qadirun ‘alal Kasbi

Potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja. Pemuda harus melatih skill dan kemampuan secara berkala, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Mutsaqqaful fikri

Keluasan wawasan. Selain kreatif, pemuda harus banyak belajar dan membaca untuk mengasah otak sebagaimana Allah memerintahkanmu dalam surat Al Alaq ayat 1.

Qawiyyul jism

Mepunyai kekuatan fisik yang prima. Kamu harus jadi pemuda yang kuat dan sehat. Masa mau memimpi negara tapi kalah sama keadaan fisik sendiri? Semangat olahraga!

Lin nafsi: 

Memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di Mujahid atas hukum-hukum Allah melalui ibadah dan amal shaleh.

Munadzam fi syu’unihi

Mampu mengatur segala urusan.

ala waqtihi

Memelihara waktunya sehingga terhindar dari kelalaian dan Haristun kehilafan.

Nafi’un li ghoirihi

Bermanfaat bagi orang lain.

Sepuluh poin di atas merupakan pondasi awal bagi pemuda untuk bisa memimpin bangsa di kemudian hari. Ingat bahwa kamu adalah pemimpin bagi dirimu sendiri.

Sebagai seorang pemuda kita harus paham apa yang tujuan hidup kita. Saat kita mengetahui tujuan kita, maka akan dengan mudah strategi dan pola pikir kita terbentuk dengan sendirinya. Posisikan diri kita sebagai pendakwah muda, setidaknya kita bisa mempengaruhi orang yang ada di sekitar kita untuk bisa membantu membawa sedikit perubahan untuk persatuan bangsa di kemudian hari.

Oleh karena itu, budayakan untuk belajar banyak hal mulai dari sekarang ya teman-teman. Masa sebagai pemuda gak punya kontribusi apapun buat bangsa sendiri?

Ujung tombak ada pada pemuda, akan seperti apa bangsa di kemudian hari tergantung bagaimana pemuda di hari ini.

Maafkan penulis ulung ini, semangat untuk kita para pemuda bangsa! Merdeka!

Penulis : Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor

 

Berita Terkait

Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim, PLN Nusantara Power Perkuat Komitmen Pelestarian Mangrove di Bawean Gresik
Genap Sebulan Menyalakan Asa! Hari Ke-30 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Santuni Abang Becak Sumenep sekaligus Dengarkan Jeritan Hatinya
Gema Sholawat dan Doa Anak Yatim, Cara Warga Kalibuntu Probolinggo Rawat Alam dan Tradisi
Hari ke-29 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Santuni Abang Becak Sumenep yang Kerap Pulang Tanpa Membawa Uang
Santuni Ribuan Disabilitas, Kaum Dhuafa, dan Anak Yatim di Musola Ainun Pantai Badur Sumenep, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin: Doakan Saya Sehat, Kekuatan Saya Ada Pada Kalian
Hampir Tak Pernah Sepi! Arinna Cafe & Resto Diserbu Pengunjung Sejak Buka hingga Malam, Iga Bakar dan Sop Buntut Bikin Ketagihan
Gratis untuk Semua! Kampung Semarak DRT di Manding Sumenep Hadirkan Pesta Rakyat Penuh Hiburan dan Sedekah
Harlah Ke-57, Ponpes Hidayatut Thalibin Sumenep Kukuhkan Komitmen Lahirkan Generasi Berilmu dan Berakhlak

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:21 WIB

Genap Sebulan Menyalakan Asa! Hari Ke-30 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id Kembali Santuni Abang Becak Sumenep sekaligus Dengarkan Jeritan Hatinya

Senin, 29 Juni 2026 - 17:58 WIB

Gema Sholawat dan Doa Anak Yatim, Cara Warga Kalibuntu Probolinggo Rawat Alam dan Tradisi

Senin, 29 Juni 2026 - 15:44 WIB

Hari ke-29 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Santuni Abang Becak Sumenep yang Kerap Pulang Tanpa Membawa Uang

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28 WIB

Santuni Ribuan Disabilitas, Kaum Dhuafa, dan Anak Yatim di Musola Ainun Pantai Badur Sumenep, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin: Doakan Saya Sehat, Kekuatan Saya Ada Pada Kalian

Senin, 29 Juni 2026 - 10:54 WIB

Hampir Tak Pernah Sepi! Arinna Cafe & Resto Diserbu Pengunjung Sejak Buka hingga Malam, Iga Bakar dan Sop Buntut Bikin Ketagihan

Berita Terbaru