Probolinggo – Wisata Puncak Pusung Agung merupakan program pemerintah kabupaten Probolinggo tahun 2021, sebagai destinasi wisata penunjang Bromo Tengger Semeru (BTS).
Proyek yang menghabis kan dana Milyaran yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Kemeterian ini, sampai detik ini belum juga terselesaikan 18/02/25.
Proyek yang terletak didesa Ngadisari kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo, kini Kondisinya sangat miris dan banyak prasarananya yang lapuk berjatuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sarat dengan pembiaran. Seolah olah proyek Wisata Puncak Pusung Agung merupakan kegagalan pejabat sebelumnya dalam melaksanakan program pemerintah, dengan cara saling melemparkan tanggung jawab antara salah satu pihak dengan pihak yang lain.
Dikonfirmasi dengan WhatsApp Heri Wahyudi Kadisporapar kabupaten Probolinggo, menyarankan untuk bertanya kepada Camat atau Kepala desa tempat Proyek berada.
“Saya mohon waktu, atau bisa tanyakan ke pak camat mas. Karena menurut sampeyan dananya dari dana desa,” sebutnya melalui chat.
Atas saran dari Kadisporapar, Detikzone.id mengkonfirmasi Suaryono Kades Ngadisari lewat sambungan seluler.
“Lahan yang didirikan proyek bangunan dan jalan sepanjang 2 km menuju proyek tersebut adalah lahan milik desa Ngadisari, bukan lahan milik Pemerintah kabupaten Probolinggo,” terang Kades.
“Penggunaan lahan milik Pemdes oleh Pemda, yang digunakan membangun proyek wisata Pusung Agung tidak ditemukan satu dokumen pun yang menyebutkan peralihan hak atas tanah,” pungkasnya
Penulis : Andri







