Ungkapan Rasa Syukur, Ratusan Nelayan Blitar Gelar Ritual Petik Laut

Selasa, 23 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Setiap tahunnya, tepat pada tanggal (23/7/2024) para nelayan dan warga Dusun Desa Tambakrejo, secara umum melaksanakan upacara adat “Petik Laut”. Acara ini diperingati setiap tahunnya untuk mensyukuri hasil bumi yang dapat mencukupi hajat hidup masyarakat setempat, dan bahkan dapat didistribusikan hingga menuju daerah yang sangat jauh.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Blitar di wakili Kadin Peternakan & perikan EKO SUSWANTO, S.T., MT. ADM Blitar di wakili Waka ADM
Danlanal Malang yg di wakili oleh Mayor TNI HARI SUBAGIO
Kepala BPBD Kab Blitar
Perwakilan dari beberapa Kadin LH, PMD, Pemuda Olahraga, Budaya Pariwisata, Ketahanan Pangan, Kominto, peternakan & Perikanan
Perwakilan dari beberapa Camat : Bakung, Wates, Sutojayan, Panggungrejo
Muspika Wonotirto
Kepala Pelabuhan Tambakrejo
Kepala KUA Wonotirto & Kepala Puskesmas Wonotirto
Kepala SMPN 1, SMPN 2 dan SATU ATAP Wonotirto, Korwil KEC Wonotirto
Kades bersama perangkat desa.

Bupati Blitar diwakili Kadin Peternakan & perikan EKO SUSWANTO, S.T., MT. dalam sambutanya mengatakan, Kami Sangat mengapresiasi kepada Warga masyarakat di Pantai Tambakrejo dan semua yang telah mendukung kegiatan ini. Luar biasa. Dan tradisi ini harus terus dilestarikan. Karena Petik Laut merupakan tradisi maritim yang telah dilestarikan oleh masyarakat pesisir selama berabad-abad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang melimpah ruah. Selain itu, juga menjadi momen untuk memohon keselamatan dan kelancaran bagi para nelayan dalam melaut mencari nafkah. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Petik Laut,” kata Eko Suswanto

Dalam prosesi ini, terlihat masyarakat tumpah ruah ke kawasan Pantai Tambakrejo, menyaksikan bagaimana acara petik laut yang berlangsung ini.Prosesi larung sesaji di pantai Tambakrejo dimulai dengan arak – arakan tumpeng, dimana tumpeng diarak dari arah Kantor Desa ke Pelabuhan Pantai Tambakrejo.

Arak – arakan ini juga diiringi dengan penari dan tontonan adat lainnya. Sementara di laut, kapal yang akan mengantarkan sesaji sudah berjajar dan dihiasi dengan pernak – pernik yang sangat unik dan meriah.

Menurut nelayan, ritual larung sesaji ini bertujuan untuk melestarikan budaya adat Jawa dan juga untuk memperingati Bulan Suro atau Bulan Muharram. Selain itu, ritual petik laut ini juga sebagai wujud rasa syukur nelayan atas melimpahnya tangkapan ikan dan sebagai doa tolak balak agar nelayan terhindar dari segala bahaya. Selain larung sesaji untuk tahun ini pihak panitia juga menggelar lomba perahu hias.

“Tujuan utamanya untuk sedekah, termasuk sedekah laut dan uri-uri budaya dan toh itu nanti biar pendapatan atau rejeki kita bisa meningkat. Yang intinya kita melakukan larung kepala kambing, hasil bumi,” ungkap salah seorang nelayan.

Diharapkan dengan ritual ini tangkapan ikan para nelayan bisa semakin meningkat dan tradisi ini juga sekaligus sebagai sarana untuk menarik para wisatawan luar daerah maupun mancanega.

Sementara itu kepala Desa Tambakrejo surani mengatakan, bahwa acara ini sudah menjadi tradisi dan nelayan desa tambakrejo menggelar rutinan ini dengan labuh laut atau yang biasa disebut (Petik laut) ketika memasuki pertengahan suro dalam penanggalan jawa.

“Ritual ditandai dengan melarung sesaji di laut. Tradisi turun temurun ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta agar para nelayan mendapatkan berkah dan keselamatan” kata Surani Kepala Desa Tambakrejo.

Kepala Desa Tambakrejo Surani menambahkan, ritual larung sesaji ini sebagai bentuk tolak balak untuk meredam ganasnya ombak laut selatan yang sering menelan korban jiwa.

Ritual larung sesaji diawali dengan prosesi acara kenduri yang dipimpin oleh sesepuh desa setempat dan diikuti oleh para nelayan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Berbagai macam sesaji seperti kepala kambing dan gunungan tumpeng yang berisi hasil bumi didoakan.

Setelah diberi doa oleh sesepuh desa, tumpeng dan kepala kambing ini kemudian ditandu dan diarak warga menuju bibir pantai untuk kemudian dilarung ke tengah lautan.

Warga sangat antusias menyaksikan acara ritual yang menjadi tradisi warga setempat.

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga
50 Hari Berbagi Tanpa Putus, Detikzone.id Terus Menjadi Sahabat Yatim dan Dhuafa, Teguhkan Jalan Pengabdian untuk Umat
Owner CV Ayunda H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Dukung Kejaksaan yang Berkeadilan dan Modern
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus
Hari ke-49 Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Masih Konsisten Menebar Kepedulian di Sumenep, Bukti Jurnalisme Hadir dengan Aksi Nyata
Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan
IMBAS Gelar Pelantikan Pengurus Baru dan Simposium Pendidikan, Bahas Masa Depan Pendidikan Pulau Bawean Gresik

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:41 WIB

Pacu APBD 2026 Pemkab Probolinggo Tegaskan Serapan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:58 WIB

50 Hari Berbagi Tanpa Putus, Detikzone.id Terus Menjadi Sahabat Yatim dan Dhuafa, Teguhkan Jalan Pengabdian untuk Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 16:21 WIB

Pemkab Situbondo Pastikan Dana DBHCHT Tepat Sasaran, Buruh Tani dan Buruh Rokok Jadi Fokus

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:30 WIB

Hari ke-49 Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Masih Konsisten Menebar Kepedulian di Sumenep, Bukti Jurnalisme Hadir dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru