Hadiri FGD Urun Rembuk Penurunan Angka Kemiskinan, Bupati Sumenep Ajak Multi Pihak Jadi Pemikir Masa Depan

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan seminar dan Focus Group Discussion (FGD)  urun rembuk strategi percepatan penurunan angka kemiskinan di ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep .

Foto: Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan seminar dan Focus Group Discussion (FGD)  urun rembuk strategi percepatan penurunan angka kemiskinan di ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep .

Sumenep, Detikzone.id- Dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, berbagai tindakan nyata melalui inovasi dan program telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.

Langkah tersebut sangat efektif. Sebab, angka kemiskinan di bumi Arya Wiraraja ini di setiap tahunnya mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep.

Pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, memasuki 2022 menyisakan 18,76 persen. Kemudian pada 2023 kembali menurun 18,70 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak puas dengan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan seminar dan Focus Group Discussion (FGD)  urun rembuk strategi percepatan penurunan angka kemiskinan dengan melibatkan multi pihak di ruang rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik, pimpinan OPD, ketua Baznas, seluruh tenaga ahli (TA) Bupati, LP2M Universitas Wiraraja dan Bahaudin, BPM PP Annuqayyah, PD Muhammadiyah, ketua lembaga kajian dan pengembangan SDM NU, Ketua Cabang PMII, Ketua Cabang HMI, Ketua Cabang GMNI, Ketua Cabang IMM, Ketua Cabang Muslimat Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak seluruh pihak untuk menjadi pemikir masa depan.

“Kita harus terus bersama sama menjadi pemikir masa depan,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Kamis, 01/08/2024.

Walaupun angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep terus menurun, suami tercinta Ketua TP-PKK Kabupaten itu tetap  menggelorakan semangat sinergitas dalam membangun daerah.

“Kita harus terus membangun sinergi multipihak untuk penanggulangan kemiskinan. Hal itu membutuhkan perhatian khusus yang harus dirumuskan dalam seminar dan FGD yang kini digelar,” tuturnya.

Bupati berharap seminar dan FGD urun rembuk strategi percepatan penurunan angka kemiskinan dapat melahirkan solusi masa depan yang lebih baik.

” lntinya, mari bersama-sama mencari solusi terbaik dan tercepat agar Kabupaten Sumenep bisa segera mencapai penurunan angka kemiskinan secara tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Igusty - Amin

Sumber Berita : Detikzone.

Berita Terkait

Menanti Hasil Penilaian: TP PKK Pinggirpapas Sumenep Fokus Tingkatkan Kapasitas Kader dan Mutu Layanan
BKPSDM Sumenep Dorong Profesionalisme ASN Lewat Workshop Penilaian Kinerja
Sumenep Terapkan Belanja Publikasi Lewat E-Katalog Sesuai Perintah Pusat
Sosialisasi E-Katalog, Diskominfo Sumenep Atur Ulang Pola Kerja Sama Media
Situbondo Raih IGA 2025, Kemendagri Tetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif Nasional
Aksi Bisu Dear Jatim di Polres Sumenep Simbol Ketidakpercayaan Publik Terhadap Penanganan Kasus Korupsi
Rp 1,8 Miliar untuk Festival Musik Hura-hura, Disbudpar Jatim Diduga Abaikan Prioritas Publik
Mas Rio Ngopi Bareng, Jalin Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi Rekanan

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:54 WIB

BKPSDM Sumenep Dorong Profesionalisme ASN Lewat Workshop Penilaian Kinerja

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:56 WIB

Sumenep Terapkan Belanja Publikasi Lewat E-Katalog Sesuai Perintah Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:45 WIB

Sosialisasi E-Katalog, Diskominfo Sumenep Atur Ulang Pola Kerja Sama Media

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:22 WIB

Situbondo Raih IGA 2025, Kemendagri Tetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif Nasional

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:20 WIB

Aksi Bisu Dear Jatim di Polres Sumenep Simbol Ketidakpercayaan Publik Terhadap Penanganan Kasus Korupsi

Berita Terbaru