SUMENEP, Detikzone.id— Dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan seni, Suara emas Achmad Fauzi Wongsojudo menggema ditengah pagelaran Parade musik Keroncong se-Jatim yang berlangsung di Halaman Hotel El-malik Sumenep, Sabtu 12/10/ 2024 malam.
Bupati Sumenep yang saat ini sedang cuti lantaran mengikuti kontestasi Pilkada 2024 itu juga membawakan lagu ciptaannya sendiri diiringi musik keroncong.
Kesempatan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parade musik keroncong se-Jatim itu dihadiri Kepala Bappeda Dr. Ir. Arif Firmanto, Kepala Disbudporapar, Kepala Dispendukcapil, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Dirut Bank BPRS Bhakti Sumekar serta sejumlah Kepala OPD dan jajarannya.
Bupati memuji seluruh panitia, khususnya paguyuban keroncong yang memiliki semangat yang konsisten dengan keroncongnya sejak dirinya menjadi wakil bupati hingga saat ini.
“Semangat dan kekompakan paguyuban musik keroncong ini terus konsisten hingga saat ini,” ujar Achmad Fauzi.
Walaupun dirinya sudah cuti sebagai Bupati lantaran mengikuti kontestasi Pilkada, namun pihaknya mengaku tetap menjadi pemerhati seni, termasuk musik keroncong.
“Musik Keroncong secara alunan lagu memiliki ciri khas yang berbeda dari musik-musik lain, kalau keroncong kombinasi musiknya dari timur dan barat. Mungkin jika didengarkan sepertinya mudah, tapi ketukan-ketukannya itu yang susah. Cara menyanyikannya juga harus profesional, karena jika tidak profesional akan keseleo. Beda dengan POP, dangdut dan rock jika keseleo masih bisa diperbaiki dan ditutupi, ” tuturnya.
Menurut dia, paling berat dari Musik keroncong adalah cara mengatur nafas saat bernyanyi.
“Tidak semua orang bisa menyanyikan musik Keroncong,” terang Achmad Fauzi.
Achmad Fauzi mengapresiasi Pamori Sumenep yang telah menjaga musik Keroncong yang sudah mulai terkikis.
“Keberadaan mereka di Kabupaten Sumenep bisa mewariskan seni musik Keroncong ini kepada generasi penerus agar tetap lestari,” ungkapnya.
“Kalau dulu, musik Keroncong itu ditampilkan orang tua, tapi sekarang generasi Gen Z juga mulai mempelajari dan menampilkan musik Keroncong ini, seperti yang tampil tadi siang misalnya. Dengan adanya yang muda ini, Keroncong modern ini pasti lebih terlihat. Nanti akan berbeda dengan yang dahulu,” ucapnya.
Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan di tahun depan.
“Prinsip keadilan harus ada dimana-mana. Maka Semua kesenian harus difasilitasi untuk memberikan ruang kepada masyarakat Sumenep. Pemkab sebagai fasilitator harus memberikan ruang itu, misalnya dimasukkan ke Kalender Event, sehingga yang tidak suka menjadi suka dan yang tidak tahu menjadi tahu, ” tandasnya.
Pada pagelaran Musik Keroncong ini, panitia akan memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, yakni sebagai Penyaji terbaik sebanyak 5 Grup, Grup Favorit 5 Grup, dan The best winner 8 Grup.
Penulis : Igusty - Amin







