Pemerhati Seni, Suara Emas Achmad Fauzi Menggema Ditengah Parade Musik Keroncong se-Jatim

Sabtu, 12 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Achmad Fauzi hibur penonton parade musik keroncong se-Jatim dengan suaranya yang merdu.

Foto: Achmad Fauzi hibur penonton parade musik keroncong se-Jatim dengan suaranya yang merdu.

SUMENEP, Detikzone.id—  Dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan seni, Suara emas  Achmad Fauzi Wongsojudo menggema ditengah  pagelaran Parade musik Keroncong se-Jatim yang berlangsung di Halaman Hotel El-malik Sumenep, Sabtu 12/10/ 2024 malam.

Bupati Sumenep yang saat ini sedang cuti lantaran mengikuti kontestasi Pilkada 2024 itu juga membawakan lagu ciptaannya sendiri diiringi musik keroncong.

Kesempatan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parade musik keroncong se-Jatim itu dihadiri Kepala Bappeda Dr. Ir. Arif Firmanto, Kepala Disbudporapar, Kepala Dispendukcapil, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Dirut Bank BPRS Bhakti Sumekar serta sejumlah Kepala OPD dan jajarannya.

Bupati memuji seluruh panitia, khususnya paguyuban keroncong yang memiliki semangat yang konsisten dengan keroncongnya sejak dirinya menjadi wakil bupati hingga saat ini.

“Semangat dan kekompakan paguyuban musik keroncong ini terus konsisten hingga saat ini,” ujar Achmad Fauzi.

Walaupun dirinya sudah cuti sebagai Bupati lantaran mengikuti kontestasi Pilkada, namun pihaknya mengaku tetap menjadi pemerhati seni, termasuk musik keroncong.

“Musik Keroncong secara alunan lagu memiliki ciri khas yang berbeda dari musik-musik lain, kalau keroncong kombinasi musiknya dari timur dan barat. Mungkin jika didengarkan sepertinya mudah, tapi ketukan-ketukannya itu yang susah. Cara menyanyikannya juga harus profesional, karena jika tidak profesional akan keseleo. Beda dengan POP, dangdut dan rock jika keseleo masih bisa diperbaiki dan ditutupi, ” tuturnya.

Menurut dia, paling berat dari Musik keroncong adalah cara mengatur nafas saat bernyanyi.

“Tidak semua orang bisa menyanyikan musik Keroncong,” terang Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi mengapresiasi Pamori Sumenep yang telah menjaga musik Keroncong yang sudah mulai terkikis.

“Keberadaan mereka di Kabupaten Sumenep bisa mewariskan seni musik Keroncong ini kepada generasi penerus agar tetap lestari,” ungkapnya.

“Kalau dulu, musik Keroncong itu ditampilkan orang tua, tapi sekarang generasi Gen Z juga mulai mempelajari dan menampilkan musik Keroncong ini, seperti yang tampil tadi siang misalnya. Dengan adanya yang muda ini, Keroncong modern ini pasti lebih terlihat. Nanti akan berbeda dengan yang dahulu,” ucapnya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan di tahun depan.

“Prinsip keadilan harus ada dimana-mana. Maka Semua kesenian harus difasilitasi untuk memberikan ruang kepada masyarakat Sumenep. Pemkab sebagai fasilitator harus memberikan ruang itu, misalnya dimasukkan ke Kalender Event, sehingga yang tidak suka menjadi suka dan yang tidak tahu menjadi tahu, ” tandasnya.

Pada pagelaran Musik Keroncong ini, panitia akan memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, yakni sebagai Penyaji terbaik sebanyak 5 Grup, Grup Favorit 5 Grup, dan The best winner 8 Grup.

Penulis : Igusty - Amin

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB