Achmad Fauzi : Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Sukses Bangun Sumenep Hebat

Minggu, 20 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Ketua PWI Sumenep, Syamsul Arifin, dalam acara PWI Talk on Stage,

Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Ketua PWI Sumenep, Syamsul Arifin, dalam acara PWI Talk on Stage,

Sumenep— Kabupaten Sumenep telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peningkatan sektor ekonomi, Investasi dan penurunan angka kemiskinan.

Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kepemimpinan bupati, melainkan kolaborasi aktif antara masyarakat dan pemerintah.

Dalam acara PWI Talk on Stage, Sabtu (19/10/2024), Fauzi menyatakan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat bergantung pada satu individu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti peran masyarakat dalam pembangunan dan pentingnya aspirasi mereka dalam setiap proses pembangunan. Konsep “Pentahelix” yang diusung dalam peringatan hari jadi Sumenep ke-755 menjadi contoh nyata.

Masyarakat terlibat dalam pelaksanaan calendar of event Sumenep, yang melibatkan masyarakat sebagai event organizer sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan beragam sektor.

“Sumenep adalah contoh bahwa dengan keterlibatan masyarakat, daerah bisa maju. Ke depan, kita perlu menjaga semangat ini agar Sumenep terus berkembang,” tutupnya.

Dari segi investasi, Kabupaten Sumenep menunjukkan tren positif, meningkat dari Rp1,77 triliun pada 2022 dengan serapan tenaga kerja sebanyak 31.227 orang, menjadi Rp2,1 triliun pada 2023 dengan serapan 45.454 orang.

Pada September 2024, investasi sudah mencapai Rp2,41 triliun, dan pihaknya optimis target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp2,5 triliun dapat tercapai dengan peningkatan serapan tenaga kerja.

Selain itu, angka kemiskinan menurun dari 18,76 persen pada 2022 menjadi 17,78 persen di 2024, menjadikannya yang terendah di Jawa Timur. Dalam periode 2016-2021, angka kemiskinan fluktuatif, dengan puncaknya mencapai 20,51 persen pada 2021 akibat pandemi COVID-19.

Pertumbuhan ekonomi juga meningkat, dari 2,61 persen pada 2021 menjadi 3,11 persen pada 2023, dan terus meningkat menjadi 5,35 persen (*)

Penulis : **

Berita Terkait

BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali Geruduk DPRD Jatim, Suarakan Tolak Impunitas
Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Pembagian Zakat Mal PDI Perjuangan Sumenep
Oknum Anggota DPRD PDIP Kebumen Divonis Dua Tahun Penjara
PPP Situbondo Rayakan Harlah ke-53 dengan Fokus Kaderisasi dan Bantuan Sosial
Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas
Aliansi BEM Pasuruan Raya Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Tegaskan Kedaulatan di Tangan Rakyat
HUT ke-53 PDI Perjuangan, Ratusan Anggota DPRD Jatim Serentak Laporkan Kinerja ke Rakyat
Rakernas I 2026, PDI Perjuangan Jatim Membuka Tiga Kartu Strategis sebagai Penegasan Arah Politik Nasional

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:00 WIB

BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali Geruduk DPRD Jatim, Suarakan Tolak Impunitas

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:48 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Pembagian Zakat Mal PDI Perjuangan Sumenep

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:34 WIB

Oknum Anggota DPRD PDIP Kebumen Divonis Dua Tahun Penjara

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:29 WIB

PPP Situbondo Rayakan Harlah ke-53 dengan Fokus Kaderisasi dan Bantuan Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:07 WIB

Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB