SAMPANG, Detikzone.id- Pasangan calon bupati Sampang nomor urut 2, Jimad Sakteh, H Slamet Junaidi diduga menyebar informasi hoax saat debat perdana.
H Slamet Junaidi mengungkapkan bahwa ada penolakan proyek Jalan Kedungdung – Bringkoning dan Tambelanagan- Banyuates.
Menanggapi hal tersebut Herman Hidayat, Ketua DPC Pro Jokowi Sampang angkat suara bahwa H Slamet Junaidi, pasangan calon bupati nomor urut 2 menyebar hoax dan menyesatkan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam debat tersebut H Slamet Junaidi mengatakan bahwa Jalan Kedungdung Bringkoning dan Tambelangan- Banyuates sudah ditender tetapi ditolak. 06/11/2024
“Poros Kedungdung Bringkoning sudah ditender anggarannya 25 miliar, coba dilihat di balai besar. Tapi, dibatalkan karena ada penolakan, gak tau siapa yang menolak. Kedua poros Tambelengan Banyuates sudah 67 miliar sudah direalisasikan tapi batal juga,” kata Slamet Junaidi saat sesi debat perdana di JTV.
Ketua DPC Pro Jokowi Sampang Herman hidayat sangat menyayangkan atas tuduhan adanya penolakan yang dilontarkan oleh H Slamet Junaidi yang itu tidak benar (Hoax)
“Itu fitnah kejam dan tuduhan yang tidak berdasar, siapa itu yang menolak. Tolong pak jangan nyebar berita hoax dan menyesatkan masyarakat Kabupaten Sampang,” ucap Herman.
Herman menyebut, proyek IJD (Inpres Jalan Daerah) tersebut merupakan kewenangan langsung dari pusat.
“Itu proyek IJD kewenangannya langsung dari pusat, yakni dari Kementrian PU dan bukan hanya jalan di Sampang yang gagal. Tetapi, se Jawa Timur. Termasuk di Bangkalan jalan poros Campor dan Arosbaya. Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa pernyataan H Slamet Junaidi itu telah melenceng dan menyesatkan masyarakat,” ucapnya
Herman juga menantang H Slamet Junaidi datang bersama-sama ke BBPJN Jatim Bali di Waru Sidoarjo. Agar tau fakta sebenarnya, agar tidak ceplas ceplos dalam berbicara, Apalagi di depan publik.
“Ayo kalau berani ke BBPJN Jatim Bali, untuk mengklarifikasi jalan tersebut. Untuk memastikan apakah ada penolakan atau tidak,” tantang Ketua ProJo Sampang yang akrab disapa Mamank.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali I Made Gede Widiasa saat dikonfirmasi oleh media ini melalui jaringan seluler menegaskan bahwa tidak pernah ada penolakan.
“Saya tidak pernah mendengar bahwa proyek Kedungdung Bringkoning dan Tambelangan Banyuates ditolak, beberapa bulan yang lalu teman-teman datang ke balai hanya meminta pekerjaan sesuai dengan spesifikasi,” tegas Dede.
Terakhir Dede, PPK 3.4 menyampaikan bahwa paket IJD banyak yang gagal dilaksanakan bukan hanya di Sampang.
“Paket IJD ini pak banyak yang tidak jadi dilaksanakan, bukan hanya di Sampang tetapi di Jawa Timur dan bali juga banyak. Jadi, ini permasalahan nasional bukan hanya kabupaten pak,” tukasnya.
Pewarta : Rosyid
Penulis : Rosyid







