Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADURA, Detikzone.id – Wacana Pilkada tidak langsung, atau pemilihan kepala daerah melalui DPRD, kembali memanas dalam arus politik nasional. Aktivis HMI UNIBA Madura menilai rencana ini menggerus hak rakyat untuk terlibat langsung dalam menentukan pemimpin daerah.

Menurut pernyataan HMI UNIBA, pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota seharusnya tetap melibatkan rakyat sebagai wujud kedaulatan.

Namun, belakangan sebagian elit politik, termasuk pernyataan Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo, mendukung sistem melalui DPRD dengan alasan efisiensi dan penghematan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Sekjen Partai Demokrat menyatakan sejalan dengan pandangan tersebut, meski Presiden SBY pernah menolak pilkada tidak langsung pada 2014.

Adi Prayetno, Direktur Parameter Politik Indonesia, menilai ada upaya “tes ombak” partai politik untuk menilai siapa yang bisa diajak bekerja sama.

Kondisi ini, menurutnya, menandai degradasi demokrasi melalui transaksi politik antarpartai, sementara hak rakyat atas partisipasi dalam pemilihan kepala daerah tergerus.

Meski sejumlah pihak menyoroti potensi korupsi, money politics, atau gesekan sosial sebagai alasan pilkada tidak langsung, data Litbang Kompas menunjukkan mayoritas rakyat tetap ingin pilkada langsung: 77,3 persen mendukung pilkada langsung, sedangkan hanya 5,6 persen setuju melalui DPRD.

HMI menekankan bahwa aspirasi mayoritas rakyat seharusnya menjadi acuan DPRD, bukan pembenaran menghilangkan keterlibatan publik.

Aktivis menegaskan, kedaulatan rakyat adalah fondasi demokrasi Indonesia. Negara bukan milik elit politik atau tirani mayoritas, tetapi milik rakyat. Keputusan penting, seperti pemilihan kepala daerah, seharusnya melibatkan masyarakat secara langsung untuk memastikan integritas dan akuntabilitas pemerintahan.

“Negara ini berkedaulatan rakyat, bukan milik tirani mayoritas,” tandasnya.

Penulis : Moh Marwan

Berita Terkait

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Pemilu 2029 Masih Jauh: Pemulihan Kepercayaan Lebih Mendesak daripada Ikrar Dukungan
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Pemilu 2029 Masih Jauh: Pemulihan Kepercayaan Lebih Mendesak daripada Ikrar Dukungan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB