Datangi Markas Pusat Yakuza Maneges di Kediri, Santri Asal Pemalang Klarifikasi Hinaan di Media Sosial

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Menunjukkan sikap ksatria dan itikad baik atas kekhilafan yang dilakukan di jagat maya, Ibni Athoillah mendatangi markas pusat Organisasi Sosial Spiritual Yakuza Maneges di Kediri pada Kamis (9/7/2026).

Kedatangan pria yang merupakan putra dari pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholabah, Pemalang, Jawa Tengah sekaligus alumni/santri Pesantren Langitan, Tuban ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi, tabayun, sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan tertulis kepada pimpinan tertinggi organisasi.

Persoalan ini mencuat pasca-adanya unggahan di media sosial Instagram pada Minggu (5/7/2026) lalu. Dalam unggahan tersebut, Ibni mengakui telah menuliskan serta melontarkan komentar dengan kata-kata yang tidak pantas, buruk, dan dinilai mencederai martabat Thuba Topo Broto Maneges, atau yang akrab disapa Den Gus Thuba (DGT) selaku Pimpinan Pusat Yakuza Maneges.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sadar akan dampak digital yang ditimbulkan, Ibni mengambil langkah konkret dengan menempuh jalur kekeluargaan langsung ke Kediri.

Sementara itu, pendiri organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges, Den Gus Thuba, enggan memberikan komentar panjang lebar. Pengasuh yang dikenal nyentrik ini menilai dinamika di media sosial tersebut sebagai hal yang remeh-temeh dan tidak perlu dibesar-besarkan secara personal.

Kendati demikian, guna menjaga marwah organisasi dan kenyamanan para anggota, ia menyerahkan sepenuhnya penanganan teknis dan administratif persoalan tersebut kepada jajaran Tim Pengurus Organisasi Yakuza Maneges yang membidangi urusan hukum dan kelembagaan.

Prosesi klarifikasi yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah fungsionaris penting organisasi. Dengan didampingi oleh dua orang rekannya, Ibni Athoillah secara terbuka membacakan surat pernyataan bermeterai di hadapan para pengurus Yakuza Maneges yang menyaksikan langsung jalannya proses perdamaian tersebut.

“Melalui surat pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada Pimpinan Organisasi Yakuza Maneges beserta seluruh jajaran pengurus dan anggotanya atas tindakan khilaf yang saya lakukan di media sosial beberapa waktu lalu,” ungkap Ibni saat membacakan petikan suratnya.

Dalam surat pernyataan yang dibuat secara sadar, sehat jasmani maupun rohani, serta tanpa intervensi maupun paksaan dari pihak mana pun, terdapat empat poin krusial yang ditandatangani oleh Ibni Athoillah Arrofik:

1. *Mengakui Kesalahan secara Mutlak:* Menyatakan dengan sadar bahwa ucapan dan tulisan buruk di Instagram tersebut murni merupakan kesalahan, kekhilafan, dan kecerobohan pribadi yang telah menyinggung serta merugikan nama baik Pimpinan Organisasi Yakuza Maneges.

2. *Menyesali Perbuatan:* Menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam dan menyadari bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan secara bijak, sehat, serta tetap menjunjung tinggi rasa hormat terhadap sesama.

3. *Pembersihan Komentar Konten:* Menegaskan telah menghapus seluruh unggahan, komentar, maupun narasi buruk yang ditujukan kepada Den Gus Thuba, serta berkomitmen penuh tidak akan mengulangi perbuatan serupa atau tindakan lain yang merugikan nama baik Yakuza Maneges di masa mendatang.

4. *Kesiapan Konsekuensi Hukum:* Bersedia diproses hukum sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila di kemudian hari terbukti melanggar poin-poin perjanjian yang telah disepakati bersama.

Disisi lain, mewakili seluruh jajaran pengurus organisasi Yakuza Maneges, Dhika, yang menerima langsung kedatangan rombongan Ibni, mengapresiasi keberanian moral yang bersangkutan untuk datang langsung dan mengakui kesalahan. Namun, di sisi lain, pihaknya juga memberikan catatan kritis agar kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari.

“Kami menyambut dan menerima dengan baik niat mulia Mas Ibni untuk sowan langsung ke hadapan Den Gus Thuba guna meluruskan masalah ini. Namun, kami tentu berharap hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Sangat disayangkan, mengingat yang bersangkutan adalah sosok yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, bahkan merupakan putra dari seorang tokoh pengasuh pondok pesantren di Pemalang,” jelas Dhika.

Dhika menambahkan, momentum ini harus menjadi refleksi dan edukasi publik yang berharga bagi seluruh pengguna media sosial di tanah air. Di era keterbukaan informasi saat ini, rekam jejak digital sangat mudah diawasi, sehingga kehati-hatian dalam berpendapat menjadi mutlak diperlukan.

“Semoga peristiwa hari ini bisa menjadi pembelajaran berharga bagi para netizen dan masyarakat luas. Menjadi pengingat agar kita semua bisa lebih arif, bijak, dan menaruh rasa hormat dalam bersosial media, sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan akibat kecerobohan jempol di layar gawai,” pungkasnya secara tegas.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan berkas fisik surat pernyataan maaf secara simbolis, menandai selesainya kesalahpahaman tersebut secara damai, bermartabat, dan penuh kekeluargaan. (BG17/Red)

Berita Terkait

Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Berita Terbaru