Kades Sapeken Sumenep Bantah Berita Hoaks yang Menyebutnya Terlibat Praktik Jual Beli BBM dan Penyalahgunaan DD

Minggu, 5 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kades Sapeken Sumenep, Joni Junaidi.

Foto : Kades Sapeken Sumenep, Joni Junaidi.

Sumenep– Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, secara tegas membantah berita miring sekaligus berita hoaks terkait tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual beli bahan bakar minyak (BBM) ilegal dan penyalahgunaan dana desa (DD).

“Berita tersebut tidak berdasar dan merupakan informasi yang tidak benar,” kata Joni Junaidi kepada Detizone.id.

“Tidak ada aktivitas jual beli BBM ilegal yang dilakukan dirinya atau perangkat desa lainnya,” imbuh Joni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan berita terkait dugaan penyalahgunaan dana desa untuk perbaikan jalan paving menuju pelabuhan
Joni Junaidi mengaku, perbaikan jalan tersebut memang dilakukan tanpa menggunakan anggaran desa tahun 2022 karena anggaran telah habis.

Namun Joni mempertegas bahwa perbaikan tersebut dilakukan atas permintaan mendesak dari warga setempat yang kesulitan melintas akibat kondisi jalan yang rusak parah.

“Lokasi jalan tersebut di depan pasar.
Jika hujan, jalan tersebut tidak bisa dilewati karena air yang menggenang setinggi lutut, akhirnya saya sebagai kepala desa yang baru menjabat waktu itu terpaksa harus meminjam kepada donatur untuk memperbaiki jalan pelabuhan besar Sapeken,” tegas Joni Junaidi.

Ketua AKD Sapeken pun menjelaskan, pihaknya tidak hanya melakukan perbaikan jalan paving namun juga melakukan perbaikan jalan di depan Sekolah Dasar Sapeken yang juga mengalami kerusakan serupa.

“Untuk kedua proyek perbaikan jalan tersebut saya meminjam dana dari donatur sebesar Rp 20 juta untuk jalan paving menuju pelabuhan dan Rp 70 juta untuk perbaikan jalan depan Sekolah Dasar (SD) Sapeken II ,” jelasnya.

Dana yang dipinjam dari donatur ini dianggarkan kembali pada tahun 2023 untuk melunasi utang.

“Mengenai perbedaan nilai anggaran yang tertera pada prasasti terjadi karena kesalahan dalam pembuatan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Menurut penjelasan pendamping desa, kedua proyek perbaikan jalan tersebut digabung dalam satu RAB untuk menyederhanakan administrasi. Jadi tetap Rp 90 juta biaya dua lokasi itu,” terang Joni.

Terkait dengan dugaan bisnis BBM ilegal, Joni Junaidi menantang pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk datang langsung ke Sapeken dan melakukan pengecekan di lapangan.

“Kalau tidak tahu pasti BBM apa yang bisniskan lebih baik berangkat ke Sapeken biar tidak asal memberitakan. Cek ke lokasi biar jelas,” tegasnya

Kasus ini menjadi gambaran betapa pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan.

Tudingan tanpa bukti yang kuat dapat berdampak buruk pada reputasi seseorang dan lembaga.

Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan media massa.

 

Berita Terkait

Tokoh Nasional Asal Sumenep: Dana On Call APBN Bisa Digunakan untuk Bencana Sumatera
Petani di Sreseh Sampang Dihabisi Secara Brutal di Tegalan: Leher Ditebas, Motif Diduga Perseteruan Lama
Pemdes Sokobanah Laok Sampang dan Pos Indonesia Salurkan Ratusan BLTS Kesra ke Warga
Absennya Bupati di Fun Gathering Media 2025 Tuai Kecaman, Transport Rp100 Ribu Dinilai Tidak Layak
Warga Dungkek Sumenep Muak! Listrik Sering Padam Seenaknya
Gaji PPPK Paruh Waktu Disesuaikan Demi Stabilitas APBD Sumenep
Sektor Pertanian Sumenep YES
DKPP Sumenep Catat Prestasi Ganda di Gema Inovasi

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:13 WIB

Tokoh Nasional Asal Sumenep: Dana On Call APBN Bisa Digunakan untuk Bencana Sumatera

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:58 WIB

Petani di Sreseh Sampang Dihabisi Secara Brutal di Tegalan: Leher Ditebas, Motif Diduga Perseteruan Lama

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:12 WIB

Pemdes Sokobanah Laok Sampang dan Pos Indonesia Salurkan Ratusan BLTS Kesra ke Warga

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:27 WIB

Absennya Bupati di Fun Gathering Media 2025 Tuai Kecaman, Transport Rp100 Ribu Dinilai Tidak Layak

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:25 WIB

Warga Dungkek Sumenep Muak! Listrik Sering Padam Seenaknya

Berita Terbaru