Anggaran Jumbo BSPS Masuk Sampang, Masyarakat Diminta Kawal Agar Tepat Sasaran

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id – Harapan ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Sampang kembali menyala. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran fantastis mencapai Rp50 miliar melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 untuk membedah sekitar 2.500 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai pelosok daerah.

Di balik angka besar tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Program yang berada di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menjadi salah satu upaya nyata negara menghadirkan hunian yang lebih layak bagi warga berpenghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga pertengahan Juni 2026, dana puluhan miliar rupiah itu belum menyentuh pembangunan fisik. Saat ini proses masih berada pada tahap verifikasi lapangan yang dilakukan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) guna memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.

Koordinator Kabupaten (Korkab) BP3KP Jawa Timur wilayah Sampang, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan sebanyak 2.500 warga telah masuk dalam sasaran program yang tersebar di 14 kecamatan.

“Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta, terdiri dari Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang,” ungkap Iskandar, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, pembangunan fisik ditargetkan mulai berlangsung pada awal Agustus 2026 setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi lapangan selesai dilaksanakan.

“Belum ada kegiatan fisik. Saat ini masih tahap verifikasi lapangan oleh tim TFL yang terdiri dari fasilitator pemberdayaan dan fasilitator teknis,” jelasnya.

Besarnya anggaran yang digelontorkan membuat perhatian publik tertuju pada proses verifikasi penerima manfaat. Masyarakat berharap tidak ada praktik salah sasaran yang berpotensi mengurangi manfaat program bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Apalagi, BSPS bukan sekadar program bedah rumah. Program ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan transaksi pembelian material bangunan dari penyedia setempat.

Di tingkat daerah, pelaksanaan program mendapat dukungan dari Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman pada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang sebagai leading sector.

Kini, dengan dana mencapai Rp50 miliar yang siap mengalir ke Kabupaten Sampang, masyarakat menunggu pembuktian bahwa program tersebut benar-benar mampu mengubah wajah ribuan rumah warga miskin menjadi hunian yang layak, sehat, dan aman.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman DLH Perkim Kabupaten Sampang, Abdul Rokib, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait perkembangan pelaksanaan program tersebut.

Publik pun berharap, anggaran jumbo yang digelontorkan negara tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat akan tempat tinggal yang manusiawi.

Penulis : A. JUNAIDI

Berita Terkait

Puji Bea Cukai dan TNI AL, Ansor Jatim: Negara Tak Boleh Kalah dari Mafia Narkoba
Bea Cukai Juanda dan Satgaspam Lanudal Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kilogram Sabu serta Ribuan Butir Ekstasi dari Malaysia
Perahu Ditemukan Mengapung Tanpa Awak, Nelayan Jangkar Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan
Blitar Bergejolak! Warga Buka Paksa Portal Bendungan Lahor, PJT I Akhirnya Ubah Kebijakan
Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 
Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS
Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan
Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Puji Bea Cukai dan TNI AL, Ansor Jatim: Negara Tak Boleh Kalah dari Mafia Narkoba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Bea Cukai Juanda dan Satgaspam Lanudal Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kilogram Sabu serta Ribuan Butir Ekstasi dari Malaysia

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Perahu Ditemukan Mengapung Tanpa Awak, Nelayan Jangkar Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Blitar Bergejolak! Warga Buka Paksa Portal Bendungan Lahor, PJT I Akhirnya Ubah Kebijakan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 

Berita Terbaru