Ketua PERSADI dan Rudianto Lallo Gelar Diskusi, Dorong Pengusutan Kasus Penembakan Pengacara Rudi S Gani

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Pergerakan seluruh Advokat Indonesia (PERSADI) Makassar, Amiruddin Lili, SH, MH, bersama Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, SH, MH

Foto: Ketua Pergerakan seluruh Advokat Indonesia (PERSADI) Makassar, Amiruddin Lili, SH, MH, bersama Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, SH, MH

Makassar – Ketua Pergerakan seluruh Advokat Indonesia (PERSADI) Makassar, Amiruddin Lili, SH, MH, bersama Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, SH, MH, melakukan diskusi penting di Rumah Aspirasi, Jalan Peterani, Makassar, pada Senin (13/01/2025).

Diskusi tersebut membahas kasus penembakan tragis yang menewaskan pengacara Rudi S. Gani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan itu, Amiruddin Lili mendesak Rudianto Lallo agar menjadikan kasus ini sebagai perhatian serius Komisi III DPR RI.

Ia meminta agar Polda Sulsel segera mengungkap pelaku di balik insiden tersebut secara profesional dan transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Kasus tewasnya Rudi S. Gani harus menjadi perhatian serius. Kami berharap Komisi III DPR RI dapat mendorong Polda Sulsel untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan,” tegas Amiruddin Lili.

Dukungan Tegas dari Komisi III DPR RI
Rudianto Lallo, yang juga merupakan mantan advokat, merespons dengan menyatakan komitmennya untuk mendorong aparat penegak hukum, terutama Polda Sulsel, agar segera bertindak.

Pihaknya menegaskan pentingnya penyelesaian kasus ini demi menegakkan keadilan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Kita dorong penegak hukum, dalam hal ini Polda Sulsel, untuk menuntaskan kasus penembakan itu. Jika alat bukti sudah lengkap, langkah hukum harus segera diambil tanpa penundaan,” ujar Rudianto.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, mampu mengungkap pelaku kejahatan ini.

“Saya percaya Kapolda Sulsel dapat segera menyelesaikan kasus ini, dan jangan sampai persoalan ini berlarut-larut,” tambahnya.

Keprihatinan atas Peristiwa Tragis
Rudianto menyatakan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di depan keluarga korban. Ia menilai peristiwa ini mencoreng rasa keadilan dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Peristiwa ini mencoreng rasa keadilan dan bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri, khususnya Polda Sulsel. Jangan sampai kasus ini menjadi bola panas akibat lambatnya penanganan,” ujar Rudianto.

Advokat sebagai Elemen Penting Sistem Hukum

Sebagai mantan advokat yang kini duduk di Komisi III DPR RI, Rudianto menekankan pentingnya pengungkapan kasus ini demi menjaga kehormatan profesi advokat dan sistem hukum di Indonesia.

“Proses hukum harus segera dibuktikan dan diluruskan. Ini adalah kejahatan yang tidak boleh ditutup-tutupi, dan pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya. Advokat sebagai salah satu elemen penting dalam sistem hukum harus mendapatkan perlindungan,” tegasnya.

Optimisme terhadap Profesionalisme Polda Sulsel
Rudianto optimis bahwa Polda Sulsel dapat menunjukkan profesionalisme dalam menangani kasus ini. Ia berharap penyelesaian yang cepat dan transparan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

“Semoga Polda Sulsel mampu segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi korban serta keluarganya,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi momentum penting untuk menyoroti peran kolaborasi antara berbagai pihak dalam menuntaskan kasus yang mencoreng rasa keadilan masyarakat, sekaligus menjaga integritas sistem hukum di Indonesia.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bertahun-tahun Mafia BBM Merajalela di Sejumlah SPBU Pamekasan, Solar Subsidi Diduga Dikirim ke PT di Surabaya
Peluang Emas bagi Pengusaha Rokok Madura, Pemerintah Dikabarkan Segera Terapkan Cukai Khusus
Mafia BBM Semakin Brutal di Pamekasan, SPBU 54.693.01 Disinyalir Jadi Titik Operasi
Dear Jatim Desak Hentikan Anggaran MBG: Anak-Anak Sumenep Terancam Makanan Busuk
Rp 2,1 Miliar Digelontorkan, Alun-Alun Kraksaan Justru Ambles: Proyek Baru Bau Gagal Konstruksi
PAPEDA Bongkar Sikap Tertutup PT SSS di Sampang Soal CSR
Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas
Debitur Gagal Bayar Mainkan Laporan 110 bohong, Polisi Turun Ternyata Cuma Soal Utang Mobil

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 17:11 WIB

Bertahun-tahun Mafia BBM Merajalela di Sejumlah SPBU Pamekasan, Solar Subsidi Diduga Dikirim ke PT di Surabaya

Senin, 19 Januari 2026 - 14:33 WIB

Peluang Emas bagi Pengusaha Rokok Madura, Pemerintah Dikabarkan Segera Terapkan Cukai Khusus

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mafia BBM Semakin Brutal di Pamekasan, SPBU 54.693.01 Disinyalir Jadi Titik Operasi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:56 WIB

Dear Jatim Desak Hentikan Anggaran MBG: Anak-Anak Sumenep Terancam Makanan Busuk

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:33 WIB

Rp 2,1 Miliar Digelontorkan, Alun-Alun Kraksaan Justru Ambles: Proyek Baru Bau Gagal Konstruksi

Berita Terbaru

NASIONAL

Analisa Serangan Siber dan Strategi Mitigasinya 

Senin, 19 Jan 2026 - 23:17 WIB