Kalah di Pilkada Bukan Akhir Segalanya, Mas Deny: Saya Tidak Akan Meninggalkan Relawan dan Pendukung

Minggu, 20 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, detikzone.id — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai acara halal bihalal ekslusif digelar oleh Deny Widyanarko di kediamannya pada Sabtu malam (19/4/2025).

Dalam momen bincang-bincang santai bersama jurnalis Detikzone, pernyataan menyejukkan disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mas Deny, menanggapi hasil Pilkada Serentak 2024.

“Kita jangan sampai kalah dengan kepala tertunduk, namun kalah dengan kepala tegak,” ungkap Mas Deny, dengan nada tegas namun penuh kebijaksanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini menjadi refleksi sikap dewasa dan sportif yang jarang terlihat dalam dinamika politik lokal, terlebih usai Pilkada Serentak yang digelar pada 27 November 2024 lalu. Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kediri, hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei telah memantik euforia sekaligus ketegangan. Saling klaim kemenangan pun menjadi fenomena yang kerap muncul, seolah menjadi siklus klasik dalam pesta demokrasi.

Namun, Mas Deny memilih jalur berbeda. Alih-alih larut dalam kekecewaan, ia justru menunjukkan sikap legawa dan penuh harapan lebih baik di masa mendatang.

“Kita itu dikasih 44 persen itu anugerah, yang jadi konsen kita justru bagaimana 44 persen itu tidak saya tinggalkan. Jadi saya konsen dalam arti bagaimana tetap berhubungan dengan mereka (masyarakat/pendukung -red), saya tetap hadir di tengah tengah mereka, bisa memotivasi mereka,” ucap Mas Deny.

Dikatakannya, suara masyarakat kabupaten Kediri 44% itu betul-betul merupakan tanggungjawab dia, dengan ciri khas orang desa ia sampaikan tidak akan, tinggal glanggang colong playu.

“Jadi saya akan bertanggung jawab dan saya tidak akan meninggalkan mereka. Masa kontestasi lima tahun ke depan dipikir nanti saja, sekarang yang itu aja dirawat dengan baik,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa dalam perspektif spiritual, menang atau kalah bukanlah ukuran tunggal keberhasilan. Kemenangan membawa amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sementara kekalahan bisa menjadi titik awal untuk memperbaiki dan menata ulang langkah perjuangan.

Sikap Mas Deny menjadi pesan kuat tentang makna sejati dari demokrasi—bahwa kontestasi politik bukanlah soal menang-menangan, melainkan soal kontribusi dan keikhlasan untuk terus berbuat baik bagi masyarakat.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Dr. Naghfir Sabet Juara I Pembayar BPHTB Terbesar, Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Sumenep
Setelah Arum Manis, Mangga Duren Bawa Kabupaten Probolinggo Sabet Jajaran Lima Besar di Mango Carnival Of Indonesia 2026
Raih 16 Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pembangunan Sumenep Hasil Kolaborasi Bersama
Borong 3 Piala Wilwatikta Awards 2026, Wali Kota Probolinggo: Ini Bukan Garis Akhir
29 Kelurahan di Probolinggo Adu Kreativitas, Sulap Buah Musiman Jadi Asa UMKM
Haul Raja-Raja Madura di Sumenep, Menghidupkan Kembali Jejak Kebesaran Para Leluhur
Lepas Kontingen Popda dan Peparpeda Jatim 2026, Mbak Wali Titip Pesan Tunjukkan Kemampuan dan Sikap Baik
Teach to Inspire, Wali Kota Kediiri Ajak Pelajar Lestarikan Budaya Jawa dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:52 WIB

Dr. Naghfir Sabet Juara I Pembayar BPHTB Terbesar, Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Sumenep

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Setelah Arum Manis, Mangga Duren Bawa Kabupaten Probolinggo Sabet Jajaran Lima Besar di Mango Carnival Of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Raih 16 Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pembangunan Sumenep Hasil Kolaborasi Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Borong 3 Piala Wilwatikta Awards 2026, Wali Kota Probolinggo: Ini Bukan Garis Akhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:34 WIB

29 Kelurahan di Probolinggo Adu Kreativitas, Sulap Buah Musiman Jadi Asa UMKM

Berita Terbaru