Inisiatif Perencanaan Berbasis Kearifan Lokal Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Berkelanjutan

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikzone.id, Bogor, 10. Mei, 2025 – Perencanaan pembangunan daerah yang mengedepankan kearifan lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan partisipatif.

Inisiatif ini menekankan pentingnya pelibatan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, pemangku kepentingan lokal, serta leading sektor dalam penyusunan program pembangunan.

Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai bingkai utama dalam perencanaan, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam proses pembangunan. Hal ini diyakini mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan kepedulian publik, dan menciptakan solusi yang lebih tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Leading sektor memegang peran penting dalam proses pembinaan program serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” ujar Rizkan Sahfudin, pemerhati kebijakan publik.

Ia menambahkan bahwa RAB yang disusun dengan pendekatan kearifan lokal akan diajukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan (Forkopimcam), pemerintah daerah, hingga ke provinsi dan pemerintah pusat.

Rizkan juga menyoroti pentingnya menjadikan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sebagai dasar hukum dalam memperkuat partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik.

“Special privileges dan regulasi yang terang benderang dalam UU Pelayanan Publik tersebut seharusnya menjadi pijakan utama bagi sektor-sektor terkait dalam merancang program pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Dengan sinergi antara kearifan lokal, partisipasi publik, dan kebijakan yang tepat, diharapkan inisiatif perencanaan ini dapat dilaksanakan secara efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Kepala Bappeda Pastikan Seleksi 771 Usulan Musrenbang 2027 Disaring Ketat dan Terukur Sesuai Prioritas Pembangunan Sumenep
Kepala Bappeda Sumenep Tegaskan 6 Peta Jalan Pembangunan 2026 Fokus SDM, Ekonomi, Infrastruktur, Layanan Publik hingga Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Sumenep Tegaskan Pentingnya Inovasi Ekonomi Desa di Tengah Efisiensi Anggaran
PKDI Apresiasi Program Sumenep ASRI, Siap Kolaborasi Wujudkan Desa Bersih dan Bermartabat
Bupati Fauzi Terus Gedor Program ASRI Demi Sumenep Bersih dan Bebas Kumuh
Bupati Sumenep Perkuat Desa Cinta Statistik: Data Jadi Kunci Arah Pembangunan yang Tepat dan Terukur
Disdik Sumenep Gelar Sosialisasi BOS 2026 di Ambunten
Pasca Perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-280, Kondisi Alun-Alun Kraksaan Memprihatinkan, Pemkab Janji Lakukan Pemulihan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:32 WIB

Kepala Bappeda Pastikan Seleksi 771 Usulan Musrenbang 2027 Disaring Ketat dan Terukur Sesuai Prioritas Pembangunan Sumenep

Senin, 27 April 2026 - 23:09 WIB

Kepala Bappeda Sumenep Tegaskan 6 Peta Jalan Pembangunan 2026 Fokus SDM, Ekonomi, Infrastruktur, Layanan Publik hingga Tata Kelola Pemerintahan

Senin, 27 April 2026 - 22:10 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan Pentingnya Inovasi Ekonomi Desa di Tengah Efisiensi Anggaran

Senin, 27 April 2026 - 21:30 WIB

PKDI Apresiasi Program Sumenep ASRI, Siap Kolaborasi Wujudkan Desa Bersih dan Bermartabat

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Bupati Fauzi Terus Gedor Program ASRI Demi Sumenep Bersih dan Bebas Kumuh

Berita Terbaru