Infrastruktur Pertanian Prioritas : Pemkab Blitar Gunakan DBHCHT 2025 untuk JUT dan JIT

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kini fokus memacu pembangunan infrastruktur penunjang sektor tembakau. Dalam alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025, DKPP memprioritaskan dua komponen utama: jalan usaha tani (JUT) dan jaringan irigasi tersier (JIT) di wilayah sentra tembakau.

1. Peningkatan Akses melalui Jalan Usaha Tani (JUT)

DKPP menyiapkan dana untuk memperbaiki dan membangun JUT yang menghubungkan area pertanian tembakau ke jalan kabupaten maupun kecamatan. Akses yang lebih baik akan memangkas waktu dan ongkos transportasi hasil panen, sekaligus memperlancar distribusi ke pabrik rokok dan pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Optimalisasi Irigasi Tersier (JIT)

Dukungan juga diberikan pada pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier guna memastikan pasokan air yang merata sepanjang musim tanam. Keberlanjutan sumber air diproyeksikan meningkatkan produktivitas lahan tembakau, serta mengurangi kekeringan lokal yang kerap menjadi kendala.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DKPP Kabupaten Blitar,Toha Mashuri, S.Sos., M.M usai mengikuti upacara Larung Sesaji di Pantai Tambakrejo, Sabtu(28/6/2025).

“Fasilitas JUT dan JIT dari Dana Cukai 2025 diharapkan bisa menambah produktifitasnya pertanian di Kabupaten Blitar, dan pembenihan tembakau untuk mempermudah petani tembakau untuk mendapatkan benih yang bagus sehingga kualitas tembakau yang kita harapkan bisa tercapai,” jelas Toha Mashuri pada awak media.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DKPP, Matsafii mengatakan, tercatat ada 13 titik lokasi pembangunan yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Selopuro, Gandusari, Wates, Panggungrejo, hingga Kademangan. Masing-masing titik ditujukan untuk memperkuat akses petani ke lahan dan meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi lahan tembakau.

“Untuk tahun ini, kami memfasilitasi pembangunan fisik di enam titik JUT dan tujuh titik JIT. Ini bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian tembakau,”tandasnya.

Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani sangat penting untuk memperlancar distribusi input produksi seperti pupuk serta memudahkan petani dalam mengangkut hasil panen. Sementara jaringan irigasi tersier dibutuhkan untuk menjamin kecukupan air, terutama saat musim tanam tembakau.

Setiap titik proyek memperoleh alokasi dana antara Rp150 juta hingga Rp200 juta, yang pelaksanaannya dikerjakan langsung oleh kelompok tani penerima manfaat. Seluruh proses dilakukan secara swakelola, dengan sistem pengawasan dan pendampingan dari DKPP.

“Kami pastikan dana langsung disalurkan ke rekening kelompok tani, dan kami ikut mengawal pelaksanaan agar sesuai target dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,”tuturnya.

Ia optimistis bahwa pembangunan ini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani. Tidak hanya untuk komoditas tembakau, infrastruktur irigasi yang dibangun juga memungkinkan lahan tetap produktif untuk tanaman lain di luar musim tembakau, seperti padi dan jagung.

Ia optimistis bahwa pembangunan ini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani. Infrastruktur irigasi yang dibangun tak hanya mendukung komoditas tembakau, tetapi juga memastikan lahan tetap produktif untuk tanaman lain di luar musim tembakau—seperti padi dan jagung.(Adv/Kmf)

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB