Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Disbudporapar Sumenep mendukung MEC 2026 sebagai ruang kreativitas sekaligus pelestarian budaya daerah agar semakin dikenal dan mendunia.

Ket Foto: Disbudporapar Sumenep mendukung MEC 2026 sebagai ruang kreativitas sekaligus pelestarian budaya daerah agar semakin dikenal dan mendunia.

SUMENEP– Kemegahan Keraton Sumenep akan kembali hadir dalam wajah yang berbeda. Bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi diterjemahkan menjadi karya busana, seni, dan kreativitas dalam ajang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung 19 September mendatang.

Puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia telah siap membawa kreasi terbaik mereka dengan mengusung tema “Keraton Sumenep”.

Beragam desain busana etnik akan menyusuri Jalan Dr. Soetomo hingga kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep, menghadirkan pertemuan antara sejarah masa lalu dan kreativitas generasi masa kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan MEC 2026. Ajang tersebut dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan, MEC 2026 memiliki nilai penting karena mampu mengemas sejarah dan budaya Keraton Sumenep dalam bentuk kreativitas yang dapat dinikmati masyarakat.

“Keraton Sumenep bukan hanya sebuah bangunan, tetapi memiliki sejarah, filosofi, simbol dan nilai budaya yang sangat kuat. Ketika semua itu diterjemahkan ke dalam karya kreatif, tentu menjadi sesuatu yang menarik sekaligus memiliki nilai edukasi,” kata Faruk.

Menurutnya, kreativitas dalam MEC dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang menjadi penerus kebudayaan daerah.

Ia menilai, semakin banyak ruang kreativitas yang mengangkat identitas lokal, semakin besar pula peluang budaya Sumenep dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami berharap MEC 2026 mampu menjadi panggung yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap budaya dan sejarah Sumenep. Generasi muda harus mengenal, mencintai, kemudian ikut menjaga warisan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep. Tahun ini, tema Keraton Sumenep dipilih sebagai sumber inspirasi utama.

Ketua Pelaksana MEC 2026, Syamsuri, mengatakan peserta kompetisi terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar. Selain itu, MEC juga menghadirkan peserta grand show di luar peserta kompetisi.

Panitia telah menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah. Untuk kategori umum, juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, dan juara ketiga Rp4 juta. Sementara juara harapan satu, dua dan tiga masing-masing mendapatkan Rp2 juta, ditambah trofi dan piagam penghargaan.

Untuk kategori pelajar, juara pertama mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta dan juara ketiga Rp1 juta. Juara harapan satu, dua dan tiga masing-masing memperoleh Rp500 ribu.

MEC 2026 akan digelar di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, dengan panggung utama berada di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.

Pendaftaran peserta telah ditutup pada Kamis (10/9/2026) malam. Kini, persiapan terus dimatangkan sebelum Keraton Sumenep menjadi latar panggung bagi karya-karya etnik dari berbagai daerah.

MEC 2026 diharapkan bukan hanya menjadi pertunjukan, tetapi momentum menghidupkan kembali kebanggaan terhadap sejarah dan budaya Sumenep melalui kreativitas.

Penulis : Red

Berita Terkait

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor
Menekan Angka Perceraian dari Dringu: Saat Calon Pengantin Ditempa Mental dan Kesiapan Batin
Bappenas Turun ke Sumenep, Kangean Jadi Sorotan Pengembangan Wilayah Kepulauan
Kodim Sumenep Tingkatkan Kemampuan Bela Diri 249 Prajurit Lewat Uji PSM

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Jumat, 11 September 2026 - 02:24 WIB

Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya

Berita Terbaru