Sumenep — Pagi di SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, Kamis (10/9/2026), terasa sedikit berbeda. Bukan hanya belajar di dalam kelas, para siswa juga mendapatkan pelajaran penting tentang kesehatan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan bersama Puskesmas Pasongsongan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Firman, perawat, dan Maisarah, bidan, dari Puskesmas Pasongsongan. Dalam kegiatan BIAS kali ini, siswa kelas I mendapatkan imunisasi campak, sementara para siswa juga memperoleh edukasi mengenai penyakit kusta, mulai dari pengenalan, penularan hingga pentingnya pencegahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, vaksinasi HPV juga diberikan kepada siswi putri kelas V sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks sejak dini.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan BIAS merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari kolaborasi antara pihak sekolah dan Puskesmas Pasongsongan.
“Ini bukan sekadar kegiatan imunisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan. Anak-anak perlu mengetahui bahaya campak, bagaimana penularannya dan bagaimana cara mencegahnya. Begitu juga dengan pentingnya vaksin HPV sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks,” jelas Agus.
Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran hidup sehat pada diri peserta didik.
Yang menarik, kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan tersendiri bagi tenaga kesehatan yang hadir. Bukan hanya karena siswa mengikuti kegiatan dengan tertib, tetapi juga karena karakter sederhana yang ditunjukkan para siswa ketika menyambut petugas kesehatan.
Setiap tenaga kesehatan yang datang disambut dengan salim oleh para siswa.
Hal sederhana itu justru menjadi pemandangan yang mengesankan.
Di tengah kesibukan kegiatan imunisasi dan edukasi, budaya salim tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan karakter di sekolah tidak selalu hadir dalam bentuk teori. Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kami cukup terkesan dengan karakter siswa dan siswi di SDN Panaongan III. Mereka menyambut kami dengan salim. Hal sederhana seperti ini ternyata memberikan kesan yang sangat baik,” ungkap tenaga kesehatan yang hadir.
Suasana semakin cair ketika sesi edukasi ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan ringan seputar materi kesehatan yang telah disampaikan.
Para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan door prize berupa uang tunai dengan nominal Rp5.000 hingga Rp10.000.
Bagi siswa, hadiah tersebut mungkin sederhana. Namun di balik itu ada pesan penting: belajar tentang kesehatan ternyata bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Agus berharap kolaborasi antara SDN Panaongan III dan Puskesmas Pasongsongan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kehidupan mereka,” harapnya.
BIAS akhirnya bukan sekadar tentang jarum imunisasi yang datang ke sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara sekolah, tenaga kesehatan, dan anak-anak untuk belajar bahwa kesehatan, karakter, dan kepedulian dapat tumbuh bersama melalui sebuah kolaborasi.
Dan pagi itu, di SDN Panaongan III, pelajaran kesehatan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Ia hadir melalui imunisasi, edukasi, keberanian menjawab pertanyaan, hingga sebuah kebiasaan sederhana: salim kepada orang yang datang untuk membantu.







