PAMEKASAN — Ikatan Alumni Ikatan Qari dan Dai (IKA IQDA) UIN Madura menggelar kegiatan Kilas Nostalgia di Aula PCNU Pamekasan, Minggu (6/9) pagi.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengenang Perjalanan, Menyambung Kebersamaan”. Agenda ini menjadi kegiatan perdana yang berhasil menghimpun para alumni yang pernah berproses di IQDA sejak 1997 hingga 2026.
Selain menjadi ruang untuk kembali mempertemukan para alumni lintas angkatan, Kilas Nostalgia juga menjadi momentum peluncuran IKA IQDA UIN Madura sekaligus pembentukan struktur kepengurusan baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendiri UKM IQDA UIN Madura, Moh. Hafid, dalam sambutannya mengatakan, terbentuknya ikatan alumni menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan yang telah terbangun selama perjalanan IQDA.
Menurutnya, perjalanan IQDA harus mampu melahirkan jejaring persaudaraan yang perlu terus dirawat meskipun para anggotanya telah menempuh jalan masing-masing.
“Peluncuran IKA IQDA ini diharapkan menjadi wadah untuk merawat silaturahmi, memperkuat komunikasi, dan mempertemukan kembali potensi alumni agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi IQDA, kampus, masyarakat, serta kehidupan keagamaan,” ujar Moh. Hafid.
Ia menambahkan, keberadaan IKA IQDA diharapkan menjadi ruang bersama bagi alumni untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
“Alumni memiliki pengalaman dan bidang pengabdian yang beragam. Karena itu, IKA ini harus menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan hari ini dan cita-cita IQDA di masa mendatang,” lanjutnya.
Dari rangkaian agenda tersebut, peserta juga melakukan musyawarah untuk menentukan struktur kepengurusan IKA IQDA UIN Madura.
Proses pembentukan struktur baru dilakukan secara mufakat dengan melibatkan para alumni yang hadir. Hasil musyawarah tersebut menetapkan Khairul Umam sebagai Ketua IKA IQDA UIN Madura.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Khairul Umam menyampaikan bahwa amanah tersebut adalah tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan para alumni dan menerjemahkannya dalam kerja nyata.
“IKA IQDA bukan hanya tentang siapa yang pernah menjadi bagian dari IQDA, tetapi tentang bagaimana seluruh pengalaman, persaudaraan, dan potensi alumni dapat kita satukan menjadi kekuatan bersama. Tugas kita memastikan perjalanan itu terus memberi manfaat,” ujar Khairul Umam.
Ia menegaskan, kepengurusan IKA IQDA ke depan harus menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi bagi seluruh alumni, tanpa membedakan latar belakang maupun angkatan.
“Kita datang dari tahun dan pengalaman yang berbeda, tetapi kita memiliki satu titik temu, yaitu IQDA. Perbedaan angkatan jangan menjadi jarak, justru harus menjadi kekayaan yang memperkuat organisasi. Dari sinilah kita ingin membangun IKA IQDA yang guyub, produktif, dan memberikan manfaat kepada khalayak,” pungkasnya.
Penulis : Rs







