LSM RATU Kepung Kejari Kab. Kediri, Desak Usut Dugaan Pungli Seragam dan Uang Gedung di SMA/SMK Negeri

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Gelombang kritik terhadap praktik dunia pendidikan kembali mencuat di Kediri. Pada Rabu (16/7/2025), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RATU bersama sejumlah LSM lain se-Kota dan Kabupaten Kediri menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri.

Mereka menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK yang kian meresahkan masyarakat.

Dalam aksinya, para aktivis muda menyuarakan keresahan publik atas kebijakan sekolah yang diduga mewajibkan orang tua siswa membayar biaya seragam hingga Rp2–3 juta per anak. Ironisnya, menurut pengakuan wali murid yang dihimpun para LSM, pihak sekolah enggan memberikan rincian anggaran atau alasan di balik besarnya biaya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah jangan jadi toko baju! Pendidikan itu hak, bukan barang dagangan,” tegas Saiful Iskak, Koordinator Aksi sekaligus Ketua LSM RATU dalam orasinya yang membakar semangat.

Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa praktik semacam ini bukan hanya membebani ekonomi keluarga, tetapi juga mencoreng nilai-nilai pendidikan. “Bagaimana mungkin kita mendidik anak tentang kejujuran dan transparansi, sementara pihak sekolah sendiri menyembunyikan rincian penggunaan dana?” ujarnya.

Tak hanya soal seragam, massa juga menyoroti pungutan uang gedung yang dibebankan kepada siswa baru. Padahal, menurut mereka, alokasi anggaran pendidikan dari pemerintah pusat dan daerah melalui program seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah) seharusnya sudah mencakup komponen tersebut. “Kalau masih juga dibebankan ke wali murid, lalu dana BOS pusat dan BOSDA itu mengalir ke mana?,” tegas Saiful.

Aksi ini bukan sekadar demo seremonial. LSM RATU dan aliansinya telah menyerahkan dokumen laporan resmi kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, berisi permintaan investigasi menyeluruh dan pemanggilan terhadap kepala sekolah serta pihak-pihak terkait yang diduga terlibat.

“Kami ingin ada langkah konkret dari aparat penegak hukum terutama kejaksaan. Jangan tunggu sampai rakyat hilang kepercayaan. Ini soal masa depan generasi penerus bangsa bangsa menuju indonesia emas,” ujar Saiful

Aksi yang diikuti puluhan aktivis ini berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Kejari Kabupaten Kediri belum memberikan pernyataan resmi, namun massa aksi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan hukum yang nyata. Mereka juga membuka posko aduan bagi wali murid yang merasa dirugikan.

Lembaga Pendidikan adalah hak dasar, bukan ladang bisnis. Aliansi LSM di Kediri hari ini menunjukkan bahwa masyarakat tak akan diam ketika hak anak-anak dirampas secara sistematis dalam sistem yang seharusnya mendidik, bukan malah membodohi masyarakat,” saiful menutup orasinya

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru