Iuran Disedot Masalah Ditinggal, Pengusaha Minta Paguyuban PR Sumenep Bubar

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD Pengusaha Rokok Sumenep yang kegiatannya dibiayai oleh Paguyuban PR melalui Forum ketua Asosiai Media yang kabarnya mencapai Rp 80 juta

FGD Pengusaha Rokok Sumenep yang kegiatannya dibiayai oleh Paguyuban PR melalui Forum ketua Asosiai Media yang kabarnya mencapai Rp 80 juta

Sumenep – Ketidakpuasan memuncak. Sejumlah pengusaha rokok di Kabupaten Sumenep secara terang-terangan mendesak agar Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Sumenep dibubarkan. Mereka menilai organisasi tersebut tidak berguna, tak kondusif, dan hanya membebani dengan iuran bulanan yang tak jelas manfaatnya.

Kritik keras ini muncul dari berbagai pelaku usaha rokok, baik skala kecil maupun menengah, yang selama ini merasa ditelantarkan oleh paguyuban. Mereka menilai PR Sumenep hanya menjadi wadah formalitas tanpa fungsi nyata dalam memperjuangkan nasib anggotanya.

“Iuran kami setor setiap bulan, tapi hasilnya nol besar! Tidak ada advokasi, tidak ada pembelaan ketika ada tekanan. Buat apa ada paguyuban kalau hanya jadi beban?” kecam seorang pengusaha rokok lokal yang meminta namanya dirahasiakan, Sabtu, 26/07.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi internal paguyuban pun disebut tidak kondusif, penuh dengan konflik diam-diam, dan minim koordinasi. Pengurus dinilai gagal membangun komunikasi yang sehat dan produktif dengan anggotanya. Bahkan, beberapa anggota mengaku tidak pernah mendapatkan laporan penggunaan dana iuran.

“Kalau cuma buat kumpul-kumpul elitis dan seremonial kosong, lebih baik bubarkan saja. Kami butuh organisasi yang kerja, bukan pajangan,” sindir pengusaha.

Desakan ini bukan yang pertama. Sudah beberapa waktu lalu suara-suara ketidakpuasan mengemuka, namun tak pernah direspons secara serius oleh jajaran pengurus. Kini, tekanan itu semakin menguat, dengan tuntutan yang lebih tegas: bubarkan Paguyuban PR Sumenep jika tak sanggup berbenah.

“Kalau ada masalah, pengurus selalu cuci tangan. Kami dibiarkan berjuang sendiri seolah-olah bukan bagian dari mereka. Padahal iuran kami jalan terus tiap bulan. Ini paguyuban atau kumpulan penonton?” tegas salah satu pengusaha Rokok Lokal.

“Kami ini bukan ATM. Setiap bulan diminta iuran, tapi saat ada persoalan pengurus terkesan menghilang. Cuma muncul pas foto-foto dan acara formal.” imbuhnya.

Menurut dia, Paguyuban ini seharusnya jadi wadah solusi buat anggotanya. Tapi yang terjadi, saat ada tekanan, mereka justru diam.

“Kami seolah hanya dijadikan objek setoran, masalah terus menerus bermunculan dan semakin tidak kondusif,” terangnya.

Sementara, salah satu anggota Paguyuban PR Sumenep yang identitasnya juga tidak mau dipublis menuntut pembubaran karena merasa keberadaannya justru menambah beban.

“Bukan membantu, malah menambah derita. Kami disuruh bayar iuran tiap bulan, tapi saat usaha kami ditekan, mereka diam saja. Lebih baik bubarkan saja daripada terus menyiksa anggotanya,” tuturnya.

“Kami ini bukan sapi perah. Iuran jalan terus, hak kami nol besar. Jangan pakai ada ‘paguyuban’ kalau kerjanya cuma bikin kecewa. Segera bubarkan!” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengurus paguyuban belum memberikan klarifikasi resmi atas desakan pembubaran.

Situasi ini menjadi cerminan buruknya tata kelola organisasi yang semestinya menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan anggotanya. Jika tak segera ada perbaikan, bubar menjadi satu-satunya jalan terhormat.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kasus Tipu CPNS Rp116,5 Juta di Kota Kediri: Terlapor NDK Klaim Hanya 90 Jutaan
Dituding Jadi Calo CPNS Rp116 Juta, Oknum ASN Kediri Mengaku Cuma Perantara: “Uangnya ke Nina, Saya Cuma Dapat 1 Juta”
T Mengaku Dipermalukan Berulang Kali, Admin Arisan Kini Terancam Dilaporkan
Polres Situbondo Amankan ASN Guru Terduga Kekerasan Seksual
Menerobos Jalur Khusus ASN: Tipu-tipu CPNS di Kota Kediri Berujung Laporan Polisi, Kerugian 116 Juta
Saniye Sempat Terlihat Jalan Kaki Malam Hari, Esoknya Ditemukan Meninggal di Sumenep
Satreskrim Polres Sampang Bukan Kaleng-Kaleng
Polres Sampang Gercep Ungkap Pembunuhan Brutal! Menantu Tiri Bacok Mertua hingga Tewas Gara-Gara Sound System

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:31 WIB

Kasus Tipu CPNS Rp116,5 Juta di Kota Kediri: Terlapor NDK Klaim Hanya 90 Jutaan

Selasa, 29 September 2026 - 12:26 WIB

Dituding Jadi Calo CPNS Rp116 Juta, Oknum ASN Kediri Mengaku Cuma Perantara: “Uangnya ke Nina, Saya Cuma Dapat 1 Juta”

Senin, 28 September 2026 - 12:59 WIB

T Mengaku Dipermalukan Berulang Kali, Admin Arisan Kini Terancam Dilaporkan

Minggu, 27 September 2026 - 10:59 WIB

Polres Situbondo Amankan ASN Guru Terduga Kekerasan Seksual

Kamis, 24 September 2026 - 20:09 WIB

Menerobos Jalur Khusus ASN: Tipu-tipu CPNS di Kota Kediri Berujung Laporan Polisi, Kerugian 116 Juta

Berita Terbaru