Mie Goreng Menyatukan Pemimpin, Lomba Masak di Sumenep Jadi Simbol Kepemimpinan yang Merakyat

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Tak selalu podium yang menyatukan para pemimpin. Terkadang, dari dapur sederhana dan sepiring mie goreng, semangat kebersamaan itu justru lahir. Inilah yang tergambar dalam Lomba Masak Mie Goreng yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Rabu (6/8/2025), dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bertempat di halaman Kantor Bupati, para pejabat yang biasanya tampil formal kini berganti peran menjadi “chef dadakan.” Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan BUMN dan BUMD turun langsung ke wajan, menyiapkan sepiring mie goreng hasil tangan mereka sendiri.

Di tengah aroma sedap dan tawa hangat, suasana kaku birokrasi luruh. Yang tersisa adalah semangat kebersamaan, kehangatan, dan rasa senasib dalam mengabdi untuk negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lomba ini bukan tentang siapa paling enak mie-nya, tapi bagaimana kita merajut kembali semangat kekompakan dalam suasana yang sederhana namun bermakna,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menurutnya, mie goreng bukan sekadar menu harian masyarakat Indonesia, tapi lambang dari kesetaraan. Makanan yang tak kenal pangkat, tak kenal jabatan—namun selalu bisa menyatukan siapa saja di meja makan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun daerah. Dari suasana dapur, kita belajar soal kolaborasi, kerja sama, dan kepercayaan,” lanjut Bupati.

Tak ada bantuan dari staf atau koki. Semua peserta wajib memasak sendiri. Ada yang berkreasi dengan topping modern, ada yang memilih tetap pada rasa klasik. Namun semua hasilnya adalah karya penuh cinta dari para pemimpin untuk rakyatnya.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah menyegarkan semangat ASN dan para pimpinan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Bukan dengan tekanan, tapi dengan sentuhan kemanusiaan.

“Saya mengapresiasi seluruh jajaran ASN yang tetap solid, loyal, dan inovatif. Mari terus kita jaga semangat nasionalisme dan cinta tanah air dalam setiap tugas yang kita emban,” pungkas Bupati Fauzi.

Meski ada penjurian dan penghargaan, hakikat dari lomba ini bukan siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau turun tangan, berbagi rasa, dan menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan soal memerintah, tapi soal hadir dan merangkul.

Dari sepiring mie goreng, lahirlah pesan bahwa untuk menyatukan langkah besar, cukup dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sumenep Bidik Pasar Dunia, Rantai Pasok Perikanan Digenjot Lewat Kemitraan Strategis
DPRD Sumenep dan Pemkab Sinkronkan Arah Kebijakan Lewat Tiga Raperda 2026
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Festival Ojung Sumenep Bangkitkan Warisan Budaya, Dari Ritual ke Daya Tarik Wisata
PSHT Kota Blitar Gelar Halalbihalal, Perkuat Persaudaraan dan Targetkan Prestasi Juara
Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin: Propemperda 2026 Hasil Kerja Bersama Legislatif dan Eksekutif
Pemkab Sumenep Konsisten ASRI, Wujudkan Kota Bersih dan Sehat
Tugu Keris Sumenep Jadi Titik Aksi Bersih ASRI 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 00:41 WIB

Sumenep Bidik Pasar Dunia, Rantai Pasok Perikanan Digenjot Lewat Kemitraan Strategis

Senin, 13 April 2026 - 23:19 WIB

DPRD Sumenep dan Pemkab Sinkronkan Arah Kebijakan Lewat Tiga Raperda 2026

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Minggu, 12 April 2026 - 19:32 WIB

Festival Ojung Sumenep Bangkitkan Warisan Budaya, Dari Ritual ke Daya Tarik Wisata

Minggu, 12 April 2026 - 19:20 WIB

PSHT Kota Blitar Gelar Halalbihalal, Perkuat Persaudaraan dan Targetkan Prestasi Juara

Berita Terbaru