SUMENEP – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat tak lagi sebatas wacana. Di bawah kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) kini digelorakan setiap Jumat, menjadi denyut rutin yang menggugah kesadaran kolektif masyarakat.
Setiap pekan, suasana kota berubah. Aparatur pemerintah, petugas kebersihan, hingga masyarakat turun langsung menyisir jalanan, selokan, dan titik-titik kumuh yang selama ini terabaikan. Dari Jalan dr. Cipto, jalan lingkar, hingga Jalan KH. Mansyur, gerakan ini menjelma menjadi simbol perlawanan terhadap lingkungan kotor.
Bukan sekadar bersih-bersih, ini adalah gerakan moral. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebersihan menjadi budaya, bukan kegiatan sesaat yang mudah dilupakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa seluruh kekuatan dikerahkan tanpa setengah hati. Armada dan personel diterjunkan demi memastikan setiap sudut kota kembali bersih dan layak huni.
“Gerakan ini kami lakukan secara menyeluruh, tidak hanya di pusat kota, tapi juga hingga kecamatan dan desa,” ujarnya.
Semangat ASRI pun merambat ke seluruh wilayah. Camat, lurah, kepala desa bersama masyarakat melaksanakan “Jumat Bersih” di lingkungan masing-masing. Kolaborasi diperkuat dengan keterlibatan TNI, Polri, hingga berbagai instansi lainnya.
Di balik rutinitas itu, tersimpan tujuan besar: mencegah penyakit akibat lingkungan kotor, menghindari genangan air saat hujan, serta membangun kesadaran agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa gerakan ini harus menjadi kebiasaan yang melekat. Sebab, masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kepedulian warganya terhadap lingkungan.
Setiap Jumat kini bukan lagi hari biasa di Sumenep. Ia menjadi momentum perubahan, hari di mana kesadaran, gotong royong, dan harapan bertemu untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan bermartabat.
Penulis : Redaksi







