SUMENEP, Senin, 27/4/2026 – Gelombang perubahan yang digelorakan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) kian meluas. Dukungan pun mengalir dari berbagai elemen, salah satunya Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep yang menyatakan apresiasi sekaligus kesiapan berkolaborasi demi mewujudkan lingkungan bersih hingga ke pelosok desa.
Ketua PKDI Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa gerakan ASRI bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang menyentuh kesadaran mendasar masyarakat desa.
“Program ini sangat positif. Kami dari PKDI siap berkolaborasi untuk memastikan semangat ASRI benar-benar hidup di desa-desa, bukan hanya di kota,” ujar H. Ubaid Abdul Hayat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, langkah yang dilakukan Pemkab Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo telah membuka ruang baru bagi terciptanya budaya bersih yang berkelanjutan. Gerakan yang dilakukan secara rutin ini dinilai mampu menghidupkan kembali nilai gotong royong yang mulai memudar.
Menurutnya, kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, program ASRI diyakini akan lebih cepat menyentuh akar kehidupan masyarakat.
“Desa adalah kunci. Jika desa bergerak, maka perubahan akan terasa nyata. Kami siap menjadi bagian dari gerakan ini,” tegasnya.
Diketahui, komitmen tersebut bukan sekadar pernyataan. Ketua PKDI Sumenep kerap turun langsung ke lapangan, memungut dan membersihkan sampah bersama berbagai elemen. Dalam beberapa kesempatan, ia juga berkolaborasi dengan Jurnalis Sumenep Independen, menunjukkan bahwa gerakan kebersihan ini benar-benar hidup dan dilakukan secara nyata, bukan hanya slogan.
Sementara itu, suasana di lapangan menunjukkan perubahan yang tak bisa diabaikan. Jalanan yang dulu dipenuhi sampah perlahan bersih, saluran air kembali lancar, dan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Dari kota hingga desa, semangat ASRI menjelma menjadi gerakan kolektif yang terus bergulir.
Gerakan ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga tentang membangun peradaban. Dari sapuan sederhana, lahir harapan besar: Sumenep yang bersih, sehat, dan bermartabat.
Kini, dengan bergabungnya PKDI dalam barisan perubahan, langkah menuju Sumenep yang lebih tertata dan layak huni semakin kuat. Sebab ketika pemerintah dan desa berjalan beriringan, perubahan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang sedang diwujudkan.







