Petani Milenial Sumenep Minta Pemerintah Gulung Perusahaan Rokok Tak Produktif Jika Tidak Peduli Nasib Petani Tembakau

Minggu, 10 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani tembakau di Kecamatan Guluk -guluk Sumenep

Petani tembakau di Kecamatan Guluk -guluk Sumenep

SUMENEP – Faizi, petani milenial asal Guluk – Guluk, kabupaten Sumenep, mendesak pemerintah daerah untuk membubarkan perusahaan rokok yang dinilai tidak produktif dan tidak peduli terhadap nasib petani tembakau.

Menurut Faizi, perusahaan rokok seharusnya berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan petani, terutama dalam memperjuangkan harga tembakau yang layak dan stabil. Namun kenyataannya, masih banyak perusahaan yang gagal menjalankan fungsi tersebut.

“Kalau perusahaan rokok tidak bisa memperjuangkan dan peduli terhadap nasib petani, lebih baik pemerintah menggulung saja perusahaan tersebut. Petani butuh mitra yang benar-benar mendukung, bukan hanya mencari keuntungan sendiri,” tegas Faizi, Minggu  (10/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faizi mengajak para petani milenial lainnya dan seluruh stakeholder terkait untuk bersatu memperjuangkan hak petani tembakau agar mendapatkan perlakuan yang adil dan berkelanjutan.

“Usaha tani tembakau harus mendapat dukungan penuh dari perusahaan dan pemerintah agar bisa terus berkembang dan mensejahterakan petani,” tambahnya.

Harapan Faizi ini mencerminkan aspirasi para petani muda di Sumenep yang menginginkan perubahan signifikan dalam hubungan antara petani dan perusahaan rokok. Apalagi, Paguyuban Perusahaan Rokok sudah terbentuk.

“Kami sangat berharap Paguyuban Rokok benar-benar menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib petani tembakau. Mereka harus aktif membantu meningkatkan harga, membuka akses pasar, dan memberikan pendampingan agar petani bisa lebih sejahtera,” tuturnya.

“Keberadaan paguyuban bukan sekadar formalitas, tapi harus menjadi motor penggerak yang nyata. Kalau paguyuban hanya ada nama tapi tak berbuat banyak, maka petani akan semakin sulit bertahan.” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan
Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura
Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat
PANCA AMPERA vs Ketimpangan: Gus Lilur Desak Perubahan Besar Industri Rokok
Haji HER Pamekasan Pahlawan Ekonomi Rakyat Madura
Peluncuran Varian Baru DRT Exclusive dan DRT Apel Warnai Event Kerapan Sapi Poday di Sumenep, Perkuat Industri Rokok Lokal Madura

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:01 WIB

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian

Jumat, 17 April 2026 - 22:12 WIB

Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 10:08 WIB

Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 - 22:50 WIB

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Selasa, 14 April 2026 - 20:28 WIB

Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB