Rehab Gedung BPPKAD Probolinggo Rp173 Juta Penuh Kejanggalan, Alamat CV Kontraktor Tak Jelas

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Proyek rehabilitasi Gedung Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo menuai sorotan tajam. Anggaran ratusan juta rupiah yang digelontorkan dari APBD 2025 diduga sarat kejanggalan.

Berdasarkan data, proyek rehabilitasi gedung kantor BPPKAD Dringu–Kraksaan menelan biaya Rp173.781.297. Pekerjaan tersebut dipercayakan kepada CV Amanila Prima, yang beralamat di Jl. Raya Dringu Blok Rinjani Nomor 4, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, saat wartawan menelusuri lokasi alamat perusahaan tersebut, tanda-tanda keberadaan CV dimaksud tidak ditemukan. Plang nama perusahaan tidak ada, dan di sepanjang jalan hanya terlihat rumah-rumah warga.

“Kalau alamat CV-nya Nomor 4 ada di depan, tapi ini deretan rumah tua. Saya tinggal lama di sini, baru dengar ada perusahaan CV,” ujar salah seorang warga, Jumat (15/08/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan rehabilitasi hanya meliputi perbaikan kamar mandi di lantai dua, serta penambahan dinding beberapa meter di samping pintu masuk lantai satu.

Bobroknya, untuk kebutuhan air dan listrik, kontraktor diduga menggunakan fasilitas Mall Pelayanan Publik (MPP) milik pemerintah, bukan dari sumber mandiri.

Padahal, proyek senilai ratusan juta seharusnya mengatur sendiri kebutuhan teknis, termasuk penyediaan fasilitas listrik dan air. Jika pun menggunakan milik pemerintah, harus ada perhitungan biaya yang transparan dan terpisah.

Saat dikonfirmasi, Kabid Pendapatan BPPKAD, Mochamad Idris, berdalih proyek tersebut bukan kewenangannya.

“Kami hanya ketempatan saja. Silakan konfirmasi ke sekretariat di Pemkab,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Probolinggo, Kristiana Ruliani, belum merespons konfirmasi awak media hingga berita ini diturunkan.

Publik kini menunggu sikap tegas Pemkab Probolinggo atas dugaan kejanggalan ini. Proyek dengan anggaran ratusan juta yang dikerjakan oleh kontraktor beralamat tak jelas, ditambah penggunaan fasilitas pemerintah, berpotensi menjadi preseden buruk dalam tata kelola pembangunan daerah.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober
Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep
Bersama Puluhan Ribu Jamaah, Bupati-Wabup dan Forkopimda Sumenep Larut dalam Sholawat
Anggota DPRD Sumenep Dukung Pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Masalembu
Demi Keselamatan Nelayan Masalembu, Bupati Sumenep Usulkan Pembangunan Posal, Bukti Nyata Perhatian untuk Masyarakat Kepulauan
Bupati Fauzi: Sumenep Bersholawat Simbol Kebersamaan dan Kecintaan kepada Rasulullah, Pemkab Apresiasi PT Arinna Makmur Sentosa
Jaga Fisik Sejak Dini, Dinkes Probolinggo Garap Kesehatan Haji Lintas Sektor
Demi Keamanan Laut Masalembu, Bupati Sumenep Ajukan Posal, DPRD Beri Apresiasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Gedor 18 OPD Teknis, Pemkab Probolinggo Kunci Target Serapan APBD 80 Persen di Oktober

Rabu, 2 September 2026 - 19:09 WIB

Dorong Perempuan Berprestasi, Bupati Fauzi Perkuat Peran Perwosi Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 13:00 WIB

Bersama Puluhan Ribu Jamaah, Bupati-Wabup dan Forkopimda Sumenep Larut dalam Sholawat

Rabu, 2 September 2026 - 12:45 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dukung Pembangunan Pos TNI Angkatan Laut di Masalembu

Rabu, 2 September 2026 - 00:10 WIB

Demi Keselamatan Nelayan Masalembu, Bupati Sumenep Usulkan Pembangunan Posal, Bukti Nyata Perhatian untuk Masyarakat Kepulauan

Berita Terbaru