Kapal Porsen Pendatang Picu Konflik, Nelayan Masalembu Terancam Kehilangan Wilayah Tangkap

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep  – Pulau Masalembu yang terletak di Laut Jawa bagian utara kembali menjadi sorotan karena munculnya konflik antara nelayan lokal dan nelayan pendatang. Kapal besar milik pendatang, menggunakan alat tangkap modern berupa pukat cincin (Kapal Porsen), masuk ke perairan Masalembu dan memicu keresahan nelayan tradisional yang telah lama menggantungkan hidup dari laut secara berkelanjutan.

Sejarah konflik serupa pernah terjadi pada 2014, ketika sebuah Kapal Porsen dibakar karena dianggap melanggar kesepakatan wilayah tangkap nelayan Masalembu. Kini, peristiwa serupa kembali mengkhawatirkan masyarakat lokal.

Menurut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (LPMN) Rawatan Samudra, selama beberapa hari terakhir nelayan Masalembu mengeluhkan kerusakan rumpon atau rumah ikan yang dibangun dengan biaya besar, yang digasak habis oleh Kapal Porsen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sabtu (30/8/2025), nelayan menyisir aktivitas nelayan pendatang di sekitar Pulau Masalembu. Sedikitnya tiga Kapal Porsen ditemukan tengah melakukan bongkar muat ikan dalam jumlah tonase besar, yang langsung dijual ke pembeli dari Pulau Jawa. Aktivitas ini membuat nelayan lokal merasa terganggu dan dirugikan, karena hasil tangkapan tersebut berasal dari area rumpon milik mereka sendiri.

Dalam upaya menenangkan situasi, nelayan didampingi aparat Kepolisian, TNI, dan Syahbandar mendatangi kapal-kapal tersebut. Mereka menjalin kesepakatan agar Kapal Porsen tidak bekerja di area rumpon milik nelayan, menghormati kearifan lokal, dan menjaga batas wilayah tangkap minimal 40 mil dari bibir pantai Masalembu ke segala arah.

Nelayan Masalembu telah lama menghadapi persoalan penggunaan alat tangkap yang merusak, seperti cantrang, bom, dan potasium. Namun kini, kapal besar tetap bekerja seenaknya di lokasi rumpon, mengabaikan keberadaan nelayan tradisional.

“Kami hanya mengambil secukupnya untuk kebutuhan keluarga dan menjaga laut agar tetap lestari. Tapi kapal besar itu mengambil semuanya, ini sangat tidak adil,” ungkap seorang nelayan dengan nada kecewa.

Langkah persuasif ini diharapkan dapat membantu nelayan Masalembu melindungi lautnya dari eksploitasi berlebihan dan memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat lokal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi
Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 
Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok
KH Moh. Qosim Tekankan Pentingnya Ilmu dan Pendidikan Anak dalam Pengajian Milad ke-35 PP Miftahul Ulum Kareteng
Penyerahan Dokumen SKT, Kemendagri Tegaskan Posisi Yakuza Maneges sebagai Mitra Strategis Negara
Sembilan Nelayan Raas Hadapi Persoalan Hukum di Australia, Cak Fauzi Fasilitasi Pemulangan hingga Kampung Halaman
Cak Fauzi Dukung Media Expo 2026, Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:25 WIB

KH Moh. Qosim Tekankan Pentingnya Ilmu dan Pendidikan Anak dalam Pengajian Milad ke-35 PP Miftahul Ulum Kareteng

Berita Terbaru