SUMENEP – Festival Tembakau Madura (FTM) 2025 di Stadion A. Yani kembali menjadi panggung kebanggaan industri rokok lokal. Pada kunjungan resmi, Senin (1/9/2025), Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Plt. Sekda Syahwan Efendi serta Kepala Disbudporpar Moh. Ikhsan meninjau satu per satu stand pameran, termasuk stand PR Bahagia yang tampil elegan dengan produk unggulan mereka yakni Denali, One Point, dan Tamer.
Kedatangan Bupati disambut hangat oleh tim PR Bahagia, termasuk Sales Promotion Girl (SPG) yang ramah dan komunikatif. Bupati tampak menyimak penjelasan manajemen tentang keunggulan produk, mulai dari bahan baku, cita rasa khas, hingga kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja lokal.
“Kehadiran PR Bahagia dengan produk Denali, One Point, dan Tamer menunjukkan bahwa rokok Madura mampu bersaing, baik dari segi kualitas maupun strategi pemasaran. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung upaya ini karena berdampak langsung pada perekonomian dan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Bupati Achmad Fauzi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak hari pertama festival, stand PR Bahagia nyaris tak pernah sepi. Harga produk yang terjangkau semakin memikat pengunjung: Denali (Rp 21.000 per bungkus), One Point (Rp 16.000), dan Tamer (Rp 7.000). Selain itu, kemasan premium Denali dengan hologram berlogo “D” memberikan kesan elegan dan menambah daya tarik.
Bahri, salah satu pengunjung, mengaku terkesan.
“SPG-nya ramah sekali, penjelasannya detail. Saya bahkan langsung membeli satu slop karena rasanya mirip dengan Sampoerna Mild, tapi harganya jauh lebih bersahabat,” ungkapnya.

Pihak manajemen PR Bahagia melalui perwakilan juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Bupati.
“Dukungan pemerintah daerah adalah energi bagi kami untuk terus berinovasi. Kami percaya produk lokal seperti Denali, One Point, dan Tamer bisa menjadi kebanggaan Madura sekaligus menembus pasar nasional,” ujar salah satu manajemen PR Bahagia.
Kehadiran PR Bahagia pada FTM 2025 menegaskan bahwa industri rokok lokal Madura bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari identitas budaya, sumber penghidupan, dan kekuatan ekonomi rakyat.
Dengan strategi promosi yang elegan, rasa khas, dan harga yang bersaing, PR Bahagia telah menunjukkan bahwa produk Madura siap bersaing sejajar dengan merek-merek besar di tingkat nasional bahkan internasional.
Festival yang berlangsung hingga 3 September ini sekali lagi membuktikan bahwa Madura Culture Festival bukan hanya pesta budaya, tetapi juga ajang promosi ekonomi kreatif yang mempertemukan kebanggaan lokal dengan peluang pasar yang lebih luas.
Penulis : Redaksi









