Situbondo – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jailani, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Atap asrama putri pondok pesantren ambruk pada Rabu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, menyebabkan satu santriwati meninggal dunia dan 18 lainnya terluka.
Korban meninggal adalah Putri, seorang santri SMP berusia 12 tahun asal Dusun Rawan, Desa Besuki. Atap asrama yang ambruk diduga karena hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Situbondo pada Rabu dini hari.
Dalam upaya membantu meringankan kebutuhan keluarga korban, Pimpinan Redaksi PT Siti Jenar Group Multimedia, Eko Febriyanto, dan beberapa tokoh Besuki telah menyerahkan santunan kepada keluarga korban. “Kami datang membawa santunan dan doa agar keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Eko Febriyanto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eko Febriyanto menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai sesama anak bangsa untuk membantu meringankan kebutuhan keluarga korban. “Kami berharap santunan ini dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga korban dan menjadi penghibur bagi mereka,” tambahnya.
Polres Situbondo masih melakukan pendalaman kasus dan memintai keterangan saksi-saksi untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejadian ini. Tim INAFIS Polres Situbondo telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya atap asrama.
Penulis: Anton S
Penulis : Anton







