Pengadaan Laptop BKPSDM Kabupaten Bogor Rp567 Juta Kurang Transparansi, CBA: Kejari Harus Lakukan Penyidikan

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional – Pengadaan perangkat teknologi di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Pada awal November 2025, BKPSDM melakukan belanja laptop dan personal computer (tablet PC) dengan total anggaran mencapai Rp567.263.446.

Berdasarkan data yang diterima, pengadaan laptop dilakukan dengan spesifikasi layar 14 inci, RAM 16 GB, dan SSD 1 TB. Total anggaran untuk paket laptop tersebut mencapai Rp335.122.320.

Selain itu, BKPSDM juga menganggarkan Rp232.141.126 untuk pembelian personal computer atau tablet PC berlayar 11 inci dengan nano glass Gen 5, kapasitas penyimpanan 1 TB, serta perangkat lain dengan layar 8 inci, RAM 6 GB, baterai 5050 mAh, jaringan 5G, prosesor Pro M4, dan penyimpanan 512 GB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, membenarkan adanya pembelian perangkat tersebut. Namun ia menilai BKPSDM tidak transparan karena hingga kini tidak menjelaskan berapa jumlah unit laptop yang dibeli.

“Tolong jangan ada dusta di antara pejabat dan publik. Yang perlu dijelaskan adalah jumlah laptop yang dibeli. Mengapa Kepala BKPSDM, Ibu Yunita Mustika Putri, menyembunyikan jumlah unitnya? Apakah agar publik tidak mengetahui harga satuannya?” tegas Uchok, Sabtu (15/11/2025

Ia menilai ketertutupan tersebut berpotensi mengarah pada dugaan korupsi dan meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor turun tangan menyelidiki.

“Ini pengadaan yang tidak transparan. Arah kasusnya bisa menjadi dugaan korupsi yang harus disidik Kejari Bogor,” lanjutnya.

Uchok juga menyinggung peringatan keras Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada Desember 2024 lalu di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.

Kala itu Prabowo menegaskan komitmennya memberantas korupsi di daerah.

“Bupati kalau gendut jangan korupsi, awas ya. Kalau korupsi tetap saya kejar,” ujar Prabowo kepada Rudy Susmanto.

Uchok menilai peringatan tersebut relevan di tengah mencuatnya isu pengadaan BKPSDM. Ia bahkan menyebut, jika Kejari enggan menyelidiki, maka persoalan ini bisa menjadi perhatian Presiden.

Hingga berita ini diterbitkan, BKPSDM Kabupaten Bogor belum memberikan penjelasan resmi terkait jumlah unit perangkat yang dibeli maupun proses pengadaannya.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru