Panggung Sandiwara! Rokok Ilegal Tali Jaya Dimusnahkan, Bandar Besar Tetap Bebas Berkeliaran di Pamekasan

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE FOTO. Kepala BC Madura bersama Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Pamekasan saat memamerkan sederet rokok ilegal. Sementara hingga kini, bandar rokok ilegal yang berada d wilayah hukumnya di Kabupaten Pamekasan masih dibiarkan melenggang bebas. Dan rokok ilegal merek Tali Jaya

KOLASE FOTO. Kepala BC Madura bersama Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Pamekasan saat memamerkan sederet rokok ilegal. Sementara hingga kini, bandar rokok ilegal yang berada d wilayah hukumnya di Kabupaten Pamekasan masih dibiarkan melenggang bebas. Dan rokok ilegal merek Tali Jaya

PAMEKASAN – Aksi Bea Cukai (BC) Madura yang dipimpin Novian Dermawan kembali memicu kontroversi. Bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Pamekasan, mereka menggelar pemusnahan rokok ilegal pada Rabu (19/11/2025), yang digadang-gadang sebagai bukti keseriusan menegakkan hukum. Namun, publik menilai ini hanyalah “panggung sandiwara” karena bandar rokok ilegal terbesar di wilayah itu justru tetap bebas berkeliaran.

Rokok ilegal yang dimusnahkan terdiri dari berbagai merek, salah satunya Tali Jaya. Merek ini santer dikaitkan dengan Haji Taufiq, pemilik pabrik rokok resmi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, yang disebut sebagai biang kerok maraknya peredaran rokok ilegal di Pamekasan. Anehnya, hingga kini aparat hukum dan Bea Cukai Madura belum menindak tegas para bandar besar ini.

Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura, mengungkapkan kekecewaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika memang serius, jangan hanya menakut-nakuti masyarakat kecil sebagai penjual atau sopir, tapi tangkap langsung bandar besarnya! Kok sampai sekarang tidak berani?” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan tampak enggan menunjukkan taringnya untuk menindak para bandar rokok ilegal yang bersarang di wilayah hukumnya. Publik pun menilai pemusnahan rokok ilegal ini lebih mirip pajangan untuk publikasi daripada aksi nyata penegakan hukum.

Langkah tegas dari aparat dan Bea Cukai untuk menindak bandar besar masih dinanti. Tanpa tindakan nyata, masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat.

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru